Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irak Alihkan Ekspor Minyak Lewat Turkiye, Hindari Selat Hormuz

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:02 WIB

14 Views ㅤ

Kapal tangker pengangkut minyak (foto: X)

Ankara, MINA – Irak resmi mengalihkan sebagian ekspor minyak mentahnya melalui jaringan pipa menuju Pelabuhan Ceyhan di Turkiye sebagai langkah mengurangi ketergantungan pada jalur pelayaran Selat Hormuz yang selama ini rawan terganggu akibat ketegangan geopolitik di kawasan Teluk.

Kesepakatan tersebut menyediakan kapasitas hingga 750 ribu barel minyak per hari melalui sistem transmisi Silopi–Ceyhan. Anadolu melaporkan, Selasa (4/8).

Perjanjian selama satu tahun itu ditandatangani di Ankara oleh perusahaan jaringan pipa milik negara Turkiye, BOTAŞ, bersama State Organization for Marketing of Oil (SOMO) dan North Oil Company (NOC) dari Irak.

Penandatanganan disaksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turkiye Alparslan Bayraktar serta Menteri Perminyakan Irak Basim Mohammed Khudair.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Meski kapasitas yang dialokasikan mencapai 750 ribu barel per hari, angka tersebut bukan berarti volume ekspor harian akan langsung sebesar itu.

Pemerintah Turkiye menjelaskan kapasitas tersebut merupakan ruang yang tersedia dalam kontrak, sedangkan realisasi pengiriman akan bergantung pada tingkat produksi minyak Irak, kesiapan infrastruktur, kontrak penjualan, serta kondisi keamanan di lapangan.

Saat ini aliran minyak melalui pipa tersebut masih berkisar 170 ribu barel per hari.

Jalur Kirkuk–Ceyhan bukan merupakan pipa baru, melainkan koridor energi yang telah beroperasi sejak 1970-an dan menghubungkan ladang minyak Irak dengan pesisir Mediterania Turkiye.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Dengan kapasitas gabungan sekitar 1,5 juta barel per hari, jalur ini dinilai menjadi alternatif strategis ketika ekspor melalui Selat Hormuz menghadapi risiko akibat konflik di Timur Tengah.

Bagi Irak, diversifikasi jalur ekspor menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas pendapatan negara. Sebagian besar minyak Irak selama ini dikirim melalui terminal di Teluk Persia yang bergantung pada keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Dengan memanfaatkan rute Turkiye, Baghdad memiliki akses langsung ke Laut Mediterania sehingga pasokan ke pasar internasional dapat tetap terjaga apabila terjadi gangguan di kawasan Teluk. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Internasional
Dunia Islam
Internasional