Teheran, MINA – Pemerintah Iran menegaskan bahwa pengelolaan Selat Hormuz akan dilakukan bersama Oman sesuai ketentuan hukum internasional, sekaligus menegaskan bahwa kedua negara memiliki hak utama dalam pengambilan keputusan terkait jalur pelayaran strategis tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap keamanan kawasan Teluk. Tasnim melaporkan, Jumat (5/6).
Araghchi mengatakan Iran dan Oman merupakan dua negara yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz sehingga memiliki hak alami untuk berkoordinasi dalam pengelolaan jalur perairan tersebut.
Menurutnya, kerja sama kedua negara bertujuan menjamin keamanan pelayaran, kelancaran lalu lintas kapal, serta menjaga kebebasan navigasi sesuai hukum internasional.
Baca Juga: PM Anwar Ibrahim Waspadai Ancaman Siber Israel
Meski demikian, Iran tetap membuka ruang konsultasi dengan negara-negara Teluk terkait perkembangan di kawasan tersebut. Namun, Araghchi menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai pengelolaan Selat Hormuz akan berada di tangan Teheran dan Muscat sebagai negara yang memiliki batas langsung dengan selat tersebut.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak global melintasi perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab itu.
Karena posisinya yang strategis, setiap perkembangan keamanan di kawasan tersebut kerap berdampak langsung terhadap harga energi dan stabilitas ekonomi dunia.
Pernyataan Iran juga muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan akibat konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Dalam beberapa pekan terakhir, Selat Hormuz kembali menjadi sorotan internasional karena munculnya kekhawatiran terhadap gangguan lalu lintas kapal dan pasokan energi global apabila konflik meluas.
Araghchi menegaskan bahwa pemerintah Iran berkomitmen menjaga stabilitas kawasan dan memastikan seluruh kapal dapat melintas dengan aman.
Ia juga menyebut komunikasi antara pemerintah dan kepemimpinan tertinggi Iran terus berjalan dengan baik, seraya menegaskan adanya dukungan nasional terhadap kebijakan negara dalam menjaga keamanan salah satu jalur maritim paling vital di dunia tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
















Mina Indonesia
Mina Arabic