Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Nyatakan Kekurangan Pasukan Cadangan dan Tank

sri astuti Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 15 Juli 2026 - 09:41 WIB

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:41 WIB

23 Views ㅤ

Tank dan kendaraan militer Israel dikerahkan bersama beberapa kendaraan militer, helikopter, dan drone yang berpatroli di sepanjang wilayah perbatasan setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza dan penarikan pasukan Israel ke dalam garis kuning di Sderot, Israel pada 14 Oktober 2025. [Foto: Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency]

Tel Aviv, MINA – Angkatan darat Israel menghadapi kekurangan personel cadangan dan tank siap tempur, dengan beberapa formasi cadangan mendekati “keruntuhan” menurut laporan Radio Angkatan Darat Israel pada Selasa (14/7).

Dengan judul “Peringatan Angkatan Darat tentang Keruntuhan Pasukan Cadangan”, Radio tersebut mengatakan brigade dan batalion cadangan beroperasi di bawah kekuatan penuh, dengan tank yang tidak mencukupi untuk pertempuran. Demikian dikutip dari MEMO.

Disebutkan bahwa sebuah brigade lapis baja cadangan baru-baru ini dikerahkan ke sektor operasional utama di Lebanon, tetapi laporan dari komandan dan prajurit mengungkap gambaran yang berbeda dari yang disampaikan oleh para pengambil keputusan.

Menurut Radio tersebut, militer tidak lagi memiliki cukup tank siap tempur setelah banyak yang rusak dalam pertempuran dan dinonaktifkan, memaksa kompi lapis baja cadangan beroperasi dengan jumlah tank yang lebih sedikit daripada yang dibutuhkan.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Sejak Oktober 2023, Israel telah melakukan agresi di berbagai front, termasuk di Jalur Gaza dan Lebanon, sementara juga saling menyerang dengan Iran dan kelompok Houthi Yaman serta melakukan serangan berulang kali di Suriah bersamaan dengan perluasan operasi di Tepi Barat yang diduduki.

Radio Angkatan Darat juga mengatakan metode militer dalam menghitung tingkat kehadiran pasukan cadangan memberikan skema yang lebih menguntungkan dengan mengeluarkan perintah panggilan kepada lebih sedikit pasukan cadangan, sementara beberapa dari mereka yang dimobilisasi hanya bertugas dalam jangka waktu terbatas.

Akibatnya, unit yang melaporkan tingkat kehadiran antara 50% dan 70%, dalam praktiknya, beroperasi dengan kekuatan efektif yang jauh lebih rendah pada waktu tertentu.

“Unit cadangan saat ini kosong. Sebuah batalion bukanlah batalion penuh, dan sebuah kompi bukanlah kompi yang sebenarnya,” kata seorang komandan cadangan yang tidak disebutkan namanya, seperti dikutip oleh penyiar tersebut.

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem

“Masyarakat dan para pengambil keputusan mendengar tentang brigade penuh di Lebanon, tetapi pada kenyataannya, mereka adalah formasi yang jauh lebih kecil.Jumlah tentara, tank, dan kendaraan jauh lebih rendah,”kata komandan tersebut.

Ia menambahkan bahwa beberapa formasi cadangan berada dalam “kondisi yang sangat buruk.”

Radio Angkatan Darat mengutip contoh lain, mengatakan bahwa sebuah kompi cadangan baru-baru ini menyelesaikan “misi operasional” di Lebanon hanya dengan satu perwira yang tersisa. Menurut laporan tersebut, komandan kompi telah dibebaskan dari tugas, tidak ada bintara senior, dan unit tersebut beroperasi tanpa rantai komando yang berfungsi.

Militer Israel tidak mengungkapkan jumlah pasukan yang dikerahkan di Lebanon, Tepi Barat yang diduduki, Jalur Gaza, atau Suriah.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Laporan ini menyusul laporan tanggal 10 Juli oleh Yedioth Ahronoth yang mengatakan militer telah mulai secara signifikan mengurangi panggilan pasukan cadangan, menghubungkan langkah tersebut dengan “menurunnya aktivitas tempur di berbagai front.”

Sebelumnya, pada 5 Juli, Israel Hayom melaporkan bahwa militer berencana melepaskan ribuan pasukan cadangan pada akhir bulan karena tekanan keuangan yang dihadapi oleh lembaga pertahanan.

Militer sedang bergulat dengan kekurangan dana yang parah setelah peningkatan tajam dalam pengeluaran operasional, yang mengakibatkan defisit anggaran yang diperkirakan mencapai puluhan miliar shekel.

Hal ini bertepatan dengan perbedaan pendapat yang mendalam antara kementerian pertahanan dan keuangan mengenai besarnya anggaran pertahanan, karena lembaga militer menuntut agar anggaran tersebut dinaikkan ke tingkat rekor untuk menutupi tantangan pertempuran di berbagai front, sementara Kementerian Keuangan menentang langkah tersebut karena khawatir akan memperburuk defisit.

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Menurut laporan media, kedua pihak mencapai kompromi sementara di mana pendanaan tambahan akan diberikan sebagai imbalan untuk mengurangi ketergantungan pada pasukan cadangan dan memangkas pengeluaran operasional. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Somalia Tegas Tolak Kehadiran Israel Dalam Keadaan Apa Pun

Rekomendasi untuk Anda