Beirut, MINA – Israel terus melancarkan serangan militer ke wilayah Lebanon di tengah kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu dugaan bahwa eskalasi tersebut menjadi bagian dari kegembiraan Israel atas mandeknya upaya diplomasi di kawasan.
Serangan udara dilaporkan menyasar sejumlah wilayah di Lebanon selatan hingga pinggiran Beirut, termasuk area yang diklaim sebagai basis kelompok Hezbollah.
Intensitas serangan meningkat dalam beberapa hari terakhir, beriringan dengan berakhirnya perundingan AS-Iran tanpa kesepakatan. Al-Mayadeen melaporkan, Selasa (14/4).
Berlanjutnya serangan militer Israel menunjukkan bahwa konflik di Lebanon tidak terpengaruh langsung oleh proses negosiasi antara Washington dan Teheran. Bahkan,
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Israel disebut memberi sinyal akan melanjutkan tekanan militer setelah jalur diplomasi mengalami kebuntuan.
Di sisi lain, pemerintah Lebanon bersama sejumlah pihak internasional sebelumnya telah meminta Israel untuk menghentikan serangan guna memberi ruang bagi proses perundingan.
Namun, serangan tetap berlangsung, bahkan memicu balasan dari pihak Hizbullah di beberapa titik perbatasan.
Situasi ini memperburuk kondisi kemanusiaan di Lebanon, di mana serangan berulang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur sipil.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Sejumlah laporan juga menyebut adanya korban dari kalangan tenaga medis dan relawan kemanusiaan akibat serangan tersebut.
Kegagalan perundingan AS-Iran berpotensi memperluas konflik di kawasan, terutama jika aksi militer terus meningkat tanpa adanya upaya gencatan senjata yang komprehensif. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic