Tepi Barat, MINA – Sebanyak 47 keluarga Palestina di wilayah Ras al-Ahmar, Tepi Barat utara pada Ahad (11/10) menghadapi ancaman pengusiran setelah pemukim Israel memberi mereka waktu 24 jam untuk meninggalkan rumah, menyusul pengepungan yang berlangsung selama 27 hari.
Hassan Mleihat, kepala kelompok hak asasi Palestina Al-Baydar mengatakan, keluarga-keluarga tersebut menghadapi masa depan yang tidak pasti stelah mengalami penutupan jalan yang mengisolasi komunitas Ras al-Ahmar, di tenggara Tubas. Wafa melaporkan.
Menurutnya, ultimatum tersebut meningkatkan kekhawatiran warga mengenai kemampuan mereka untuk tetap tinggal di tanah mereka sendiri dan mempertahankan mata pencaharian.
Mleihat mendesak kelompok hak asasi manusia, organisasi kemanusiaan, dan badan internasional segera turun tangan untuk melindungi warga beserta properti mereka serta mengakhiri pengepungan.
Baca Juga: Eisenkot Tolak Gabung Pemerintahan Netanyahu
Pada September, tentara Israel menutup jalur terakhir yang menghubungkan Ras al-Ahmar dengan wilayah sekitarnya. Sebelumnya, sejumlah jalan tanah lain yang menjadi akses menuju komunitas tersebut telah lebih dahulu diblokir.
Warga setempat, Thaer Bisharat, mengatakan, pembatasan terhadap masyarakat meningkat selama tiga tahun terakhir. Situasi semakin kritis ketika pasukan Israel menggali parit yang melintasi jalur akses terakhir menuju komunitas itu.
Ia mengatakan tindakan tersebut secara efektif mengepung warga dengan parit, tembok, dan zona militer, sehingga semakin membatasi pergerakan mereka.
Sementara itu, Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Palestina mencatat lebih dari 14.742 serangan yang dilakukan pemukim Israel di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, sejak Oktober 2023. Serangan-serangan tersebut dilaporkan menewaskan 66 warga Palestina.
Baca Juga: Israel Lanjutkan Penangkapan Warga Gaza Saat Kembali dari Pengobatan Luar Negeri
Kondisi di Ras al-Ahmar menambah kekhawatiran mengenai keselamatan warga Palestina, akses terhadap wilayah tempat tinggal, serta keberlangsungan kehidupan masyarakat di Tepi Barat.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Dalam Sebulan, Pemukim Israel Lakukan 1.349 Serangan Terhadap Warga Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic