Jerman Buka Kembali Masjid Secara Bertahap Mulai 9 Mei

Berlin, MINA – Pemerintah federal dan negara bagian Jerman sepakat untuk secara bertahap membuka kembali masjid mulai 9 Mei dengan tetap menjalankan protocol pencegahan Covid-19.

Dewan Koordinasi Muslim (KRM), yang mewakili mayoritas komunitas masjid, menyambut baik keputusan itu dalam siaran pers yang dipublikasikan di situs webnya. Salaam Gateway melaporkan, Ahad (3/5).

Setelah keputusan pemerintah, KRM setuju untuk secara bertahap membuka masjid, mengikuti pedoman dan aturan yang jelas.

Dewan itu mencatat empat komunitas keagamaan Muslim Jerman sebagai anggota, Persatuan Agama Islam Turki (DITIB), Dewan Islam untuk Republik Federal Jerman (IRD), Dewan Pusat Muslim (ZMD) dan Asosiasi Islam Pusat Kebudayaan (VIKZ).

“Kami membuat keputusan ini dengan pengetahuan dan keyakinan terbaik kami, serta tanggung jawab agama dan sipil untuk melindungi kesehatan dan kehidupan manusia. Semoga Allah membebaskan negara kita, masyarakat kita, dan semua umat manusia dari wabah pandemi ini,” kata juru bicara KRM Burhan Kesici.

Pada tahap awal, hanya untuk salat berjamaah pada tiga waktu, subuh, zuhur, dan asar, dengan kepatuhan ketat terhadap pedoman KRM dan pihak berwenang, termasuk lembaga kesehatan masyarakat Jerman, Robert Koch Institute.

Persyaratan menetapkan jumlah maksimum orang di dalam masjid, yang akan tergantung pada ukuran, dan kemampuan untuk memastikan jarak minimum 1,5 meter antara jamaah.

Lebih jauh, orang harus memakai masker wajah dan membawa sajadah sendiri.

Data di pintu masuk masjid harus diatur, nama pengunjung harus didokumentasikan, dan ruangan harus didisinfeksi.

Namun, salat berjamaah besar seperti tarawih, Jumat dan Idul Fitri masih ditunda.

“Setelah konferensi negara-federal berikutnya pada 6 Mei, kami akan meninjau keputusan dan rekomendasi ini, dan menyesuaikan jika perlu,” kata Kesici.

Jerman adalah rumah bagi sekitar 5 juta Muslim yang membentuk sekitar 6% dari populasi. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)