JK Ajak Pengusaha Muslimah Teladani Siti Khodijah

Jakarta, MINA – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengajak pengusaha Muslimah meneladani sosok istri Muhammad Rasulullah Shalallahu Allaihi Wasalam (SAW), Siti Khodijah.

“Khodijah, seorang wanita pengusaha yang mendukung Islam dengan semangat moral dan materiil. Untuk itu, Islam perlu didukung kemampuan berusaha, karena tanpa pengusaha akan sulit mengembangkan agama ini ke depan.”

“Semoga menjadi contoh kepada Anda semua agar berprestasi lebih baik sehingga mendapat suatu sukses yg baik pula,” kata JK ketika membuka acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-IV Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) di Jakarta Pusat, Senin (29/7).

Menurutnya, untuk memajukan perekonomian bangsa, pengusaha harus memiliki semangat yang tinggi. Sebab selain modal, semangat menjadi faktor penentu dalam berusaha.

“Kalau modal menjadi utama maka banyak orang jadi pengusaha. Tetapi yang kurang adalah semangat berusaha. Oleh karena itu, kita harus mendorong semangatnya, baru modalnya,” tegas

Lebih lanjut JK memaparkan bahwa kelemahan umat muslim adalah kekurangan pengusaha yang berdampak pada pengumpulan zakat yang masih kurang. Oleh karena itu, kemajuan para pengusaha, baik pengusaha muslim maupun muslimah akan memberikan dampak yang positif. Di samping itu, dengan meningkatkan jumlah pengusaha yang maju, juga akan menambah pajak yang dibayarkan sehingga dapat memajukan negeri ini.

“Karena tanpa pajak tidak mungkin negeri ini maju. Tanpa orang bekerja tidak mungkin negeri ini makmur, karena hanyalah para pengusaha yang baik memberikan pekerjaan kepada para muslim dan muslimah yang lainnya. Harapan Saya bahwa IPEMI ini dapat tentu memajukan usaha para anggotanya dan muslimah lainnya mengajak sehingga memajukan kita,” pesan Wapres.

Di samping itu, Wapres yang didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla mengatakan, pengusaha muslimah terus mengalami perkembangan dewasa ini seiring dengan kemajuan zaman. Hal tersebut didukung pendidikan dan teknologi yang dapat mempermudah pekerjaan rumah tangga, sehingga banyak waktu tersedia dan digunakan secara produktif oleh para muslimah untuk berusaha, serta mengembangkan usahanya dengan baik.

“Kalau ibu Saya atau ibu-ibu zaman dulu membutuhkan waktu 6 jam di rumah untuk mengurus rumah tangga. Sekarang, karena teknologi mencuci tinggal ke mesin cuci, selesai. Masak gunakan rice cooker, kalau ingin yang lain tinggal telepon. Jadi ibu-ibu itu tidak perlu pintar masak, yang penting pintar order, sehingga ada waktu banyak,” ungkapnya.

Rakernas ke-IV IPEMI yang mengusung tema “Menjadi Muslimah Terdepan” tersebut diselenggarakan pada tanggal 28-30 Juli 2019, terdiri dari rangkaian kegiatan, diantaranya pameran produk unggulan daerah, workshop, fashion show dan pemberian penghargaan, yang dihadiri oleh perwakilan dari 34 provinsi dan negara sahabat, Malaysia. (R/R10/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)