New York, MINA – Seorang jurnalis dan presenter TV asal Amerika, Abby Martin, mengungkapkan pengalamannya saat mewawancarai warga Israel. Ia menyebut Israel seperti Jerman tahun 1932, yang penuh dengan ujaran kebencian.
Martin mengatakan, ia sangat terkejut dengan banyaknya kebencian dan seruan terang-terangan untuk membunuh warga Arab dan Palestina. Menurutnya, suasana di masyarakat Israel saat itu sangat bermusuhan.
Ia membandingkan pengalamannya berjalan di kota-kota Israel seperti berjalan di jalanan Berlin pada tahun 1932, saat ide-ide Nazi mulai bangkit. Martin merasa tidak percaya mendengar ujaran kebencian yang ia temui.
Menurut Martin, sikap warga Israel menunjukkan bahwa Israel adalah “negara etnis” yang dibangun di atas prinsip superioritas rasial.
Baca Juga: Jenderal AL Iran Tegaskan Siap Hadapi AS di Selat Hormuz
Martin mengajak masyarakat internasional untuk mengisolasi Israel. Ia menyebut Israel sebagai negara apartheid yang melakukan pembunuhan massal. Ia juga mengecam akademisi, selebriti, dan politisi yang masih mau mendukung atau mengunjungi Israel.
Martin juga menyoroti undang-undang Israel yang mengizinkan eksekusi tahanan Palestina. Baginya, ini adalah bentuk fasisme yang nyata. Apa yang ia saksikan pada 2016 bukanlah kejadian biasa, melainkan kebijakan sistemik yang semakin brutal.
Martin menyebut ini sebagai “retorika genosida” yang tidak hanya ada di kalangan pejabat, tapi juga di masyarakat biasa. Banyak warga Israel dengan santai menyerukan penggunaan bom nuklir terhadap warga Palestina. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Mantan Kepala CIA: Trump Harus Dicopot dari Jabatannya
















Mina Indonesia
Mina Arabic