Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari Perempuan Internasional: 12.000 Lebih Perempuan Palestina Tewas dalam Genosida Israel, 9.000 Ibu

Rudi Hendrik Editor : Sri Astuti - Senin, 9 Maret 2026 - 16:16 WIB

Senin, 9 Maret 2026 - 16:16 WIB

16 Views ㅤ

Ilustrasi: seorang wanita Palestina menyelamatkan diri bersama putranya saat serangan udara menghantam Jalur Gaza. (Foto: dok. QNN)

Jalur Gaza, MINA – Lebih dari 12.000 perempuan Palestina telah tewas dalam perang genosida Israel di Jalur Gaza, termasuk 9.000 ibu, menurut Kementerian Urusan Perempuan di wilayah tersebut saat menandai Hari Perempuan Internasional, 8 Maret.

Angkar tersebut menunjukkan bahwa Israel sengaja menargetkan perempuan dan anak perempuan Palestina, Quds News Network (QNN), Senin (9/3).

Pada kesempatan Hari Perempuan Internasional, Kementerian Urusan Perempuan mengatakan, perempuan Palestina memperingati hari ini di tengah salah satu bencana kemanusiaan paling parah dalam sejarah modern.

Hal ini terjadi sebagai akibat dari genosida Israel sejak Oktober 2023, “yang telah menargetkan rakyat Palestina serta tatanan sosial dan ekonomi masyarakat.”

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Menurut Kementerian, perang genosida Israel telah menyebabkan 21.193 perempuan menjadi janda, setelah kehilangan suami mereka sejak 7 Oktober 2023, sebuah indikator yang mengkhawatirkan tentang meningkatnya disintegrasi keluarga dan sosial yang disebabkan oleh penargetan langsung terhadap warga sipil.

Selain itu, 22.426 ayah telah dibunuh, meninggalkan ribuan keluarga tanpa pencari nafkah utama mereka.

Data juga menunjukkan bahwa lebih dari 6.020 keluarga telah musnah dengan hanya satu orang yang selamat, seringkali seorang wanita atau anak-anak.

Lebih lanjut, 2.700 keluarga telah sepenuhnya dimusnahkan dan dihapus dari catatan sipil, yang merupakan salah satu contoh paling mengerikan dari penargetan sistematis terhadap keluarga Palestina.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Akibat pembunuhan para suami dan penangkapan ribuan orang, puluhan ribu perempuan telah menjadi satu-satunya pencari nafkah bagi keluarga mereka. Sebanyak 21.193 janda kini memikul tanggung jawab untuk menghidupi diri mereka sendiri dan anak-anak mereka di tengah keruntuhan ekonomi total. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
MINA Edu
Internasional
Palestina