Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Buka Penyeberangan Rafah untuk Pergerakan Terbatas Usai 20 Hari Ditutup

sri astuti - Kamis, 19 Maret 2026 - 23:13 WIB

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:13 WIB

6 Views ㅤ

Penyeberangan Rafah antara Jalur Gaza dan Mesir. (Foto: Motasem A Dalloul)

Gaza, MINA – Pendudukan Israel membuka kembali penyeberangan perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir pada Kamis (19/3), untuk pergerakan terbatas warga Palestina di bawah pembatasan ketat setelah penutupan selama 20 hari.

Dalam sebuah pernyataan, Palang Merah Palestina mengatakan timnya mengangkut 25 pasien beserta pendamping mereka dari sebuah rumah sakit di Khan Younis di Gaza selatan ke penyeberangan sebagai persiapan keberangkatan mereka untuk perawatan medis di luar negeri. Anadolu melaporkan.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk memfasilitasi akses warga Palestina yang terluka dan sakit ke perawatan medis, di tengah tekanan berat pada fasilitas perawatan kesehatan di dalam Gaza.

Israel telah menutup penyeberangan Gaza, termasuk Rafah, setelah pecahnya perang dengan Iran pada 28 Februari.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

Badan pemerintah Israel COGAT mengatakan pada Ahad penyebrangan tersebut akan dibuka kembali untuk pergerakan terbatas di kedua arah, di bawah mekanisme yang sama sebelum penutupan dan tunduk pada arahan ‘keamanan’ yang relevan.

Pada 2 Februari, Israel sebagian membuka kembali sisi Palestina dari penyeberangan Rafah, yang telah didudukinya sejak Mei 2024, tetapi dengan kondisi yang sangat terbatas dan pembatasan yang ketat.

Perkiraan Palestina menunjukkan sekitar 22.000 orang yang terluka dan pasien perlu meninggalkan wilayah tersebut untuk perawatan di luar negeri di tengah runtuhnya sistem perawatan kesehatan wilayah tersebut, setelah genosida Israel selama dua tahun.

Sebelum perang, ratusan warga Palestina menggunakan penyeberangan Rafah setiap hari untuk bepergian ke Mesir, sementara ratusan lainnya kembali ke wilayah tersebut secara teratur.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Pada saat itu, penyeberangan tersebut dioperasikan oleh Kementerian Dalam Negeri Gaza bekerja sama dengan Mesir, tanpa keterlibatan Israel.

Perjanjian gencatan senjata mulai berlaku di Gaza pada 10 Oktober 2025, setelah genosida Israel yang menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 172.000 orang, serta menghancurkan sekitar 90% infrastruktur sipil wilayah tersebut, dengan biaya rekonstruksi yang diperkirakan oleh PBB sekitar $70 miliar.[]

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda