Kementan Diminta Perhatikan Penataan Infrastruktur Pertanian

Jakarta, MINA – Kementerian Pertanian (Kementan) diminta untuk lebih memperhatikan penataan infrastruktur sarana dan prasarana pertanian jika ingin mensejahterakan petani, serta meningkatkan hasil pertanian dalam negeri.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI Fadholi di sela-sela Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (17/6).

“Agar petani ada penghasilan lebih maka infrastrukturnya juga harus bagus. Apalagi banyak terjadi bencana banjir, sehingga dibutuhkan penataan infrastruktur pertanian ke depan,” papar Fadholi

Dalam rapat yang membahas Rencana Kerja Anggaran (RKA) Kementan tahun 2020 dan realisasi anggaran tahun 2019, Fadholi juga menyayangkan alokasi pagu indikatif Kementerian Pertanian yang berada di angka Rp 20,53 triliun.

Jumlah ini lebih kecil daripada anggaran pupuk bersubsidi yang dialokasikan pemerintah.

Menurut politisi Partai NasDem ini, jumlah itu tidak akan mampu memperbaiki seluruh jaringan irigasi pertanian yang terdampak pasca bencana banjir. Belum lagi kekeringan lahan yang kerap melanda beberapa daerah.

“Meski iuran, petani dengan penghasilan kecil tidak mampu membuat saluran irigasi tetapi kalau mereka kekurangan pupuk, mereka masih bisa membuat pupuk secara mandiri. Karena itu agar petani sejahtera, maka infrastrukturnya harus bagus, termasuk jalan usaha tani,” tandas legislator dapil Jawa Tengah I ini.

Pada 2020, Kementan menargetkan produksi padi mencapai 85,84 juta ton, jagung ditargetkan sebanyak 33,96 juta ton dan kedelai sebesar 1,12 juta ton. Begitu pula produksi pangan lainnya seperti bawang merah, cabai dan sub sektor perkebunan seperti tebu, kelapa, karet dan kopi ditargetkan meningkat. (T/R06/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)