Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala BGN Temukan Sekitar 6 Juta Data Ganda Penerima Program MBG

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:07 WIB

17 Views ㅤ

Kepala BGN Sudaryono (foto: X)

Jakarta, MINA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan sekitar enam juta data penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terindikasi ganda dalam proses verifikasi nasional.

Temuan tersebut menjadi salah satu fokus pembenahan pemerintah untuk memastikan penyaluran manfaat program tepat sasaran dan tidak menimbulkan pemborosan anggaran negara.

Kepala BGN menjelaskan, Kamis (6/8) data ganda ditemukan setelah dilakukan pencocokan berbagai basis data penerima manfaat dari sejumlah kementerian, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan.

Proses pemutakhiran terus dilakukan agar setiap penerima hanya tercatat satu kali sehingga distribusi bantuan dapat berlangsung lebih akurat dan efisien.

Baca Juga: BPOM Ungkap Sejumlah Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Menurut BGN, pembersihan data merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG yang kini menjangkau jutaan peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di berbagai daerah.

Pemerintah menegaskan bahwa perbaikan administrasi tidak akan mengurangi hak masyarakat yang memang memenuhi syarat sebagai penerima manfaat.

Selain pembaruan data, BGN juga memperkuat sistem digital untuk pendataan, pemantauan distribusi makanan, serta pengawasan kualitas layanan.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi sekaligus meminimalkan potensi kesalahan administrasi maupun penyalahgunaan dalam pelaksanaan program yang menyerap anggaran besar tersebut.

Baca Juga: Yayasan Darussalam Kotawisata Dukung Bulan Solidaritas Palestina 2026

Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum yang tersebar di berbagai wilayah.

Sejumlah evaluasi terus dilakukan, mulai dari aspek keamanan pangan, kualitas menu, tata kelola anggaran, hingga validitas data penerima agar program berjalan lebih efektif.

BGN menegaskan bahwa temuan enam juta data ganda justru menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola program sejak dini.

Dengan basis data yang lebih akurat, pemerintah berharap anggaran MBG dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran, meningkatkan akuntabilitas, serta memberikan manfaat optimal bagi kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan. []

Baca Juga: Dugaan Kesalahan Prosedur Gerebek Ponpes, Anggota DPR Nasir Djamil Minta Mabes Polri Usut Tuntas

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Dibebaskan hingga 31 Desember 2026

Rekomendasi untuk Anda