Nagan Raya, MINA — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung posko pengungsian warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para pengungsi serta mengevaluasi penanganan darurat pascabencana yang melanda wilayah tersebut. Dalam kesempatan itu, Suharyanto berdialog langsung dengan warga guna mendengar keluhan dan kebutuhan mendesak yang mereka hadapi selama berada di pengungsian.
Kepala BNPB menyampaikan bahwa pemerintah pusat melalui BNPB berkomitmen mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya rusak atau hilang akibat banjir bandang. Ia memastikan sebanyak 609 unit huntara akan segera dibangun agar para pengungsi dapat menempati tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
“BNPB akan mempercepat proses pembangunan hunian sementara agar masyarakat tidak terlalu lama berada di pengungsian. Ini menjadi prioritas kami,” ujar Suharyanto di hadapan warga.
Baca Juga: Anies Baswedan Desak Indonesia Keluar dari BoP Bentukan Trump
Selain pembangunan huntara, BNPB juga memastikan dukungan logistik dan kebutuhan dasar pengungsi tetap terpenuhi selama masa transisi. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan serta meminimalkan dampak lanjutan akibat bencana.
Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang menyebabkan ratusan warga terpaksa mengungsi dan menimbulkan kerusakan signifikan pada permukiman serta fasilitas umum. Pemerintah berharap dengan percepatan pembangunan hunian sementara, aktivitas masyarakat dapat segera kembali berjalan secara bertahap.
Kunjungan Kepala BNPB tersebut menjadi bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana, sekaligus penegasan komitmen pemerintah dalam penanganan bencana yang cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada pemulihan kehidupan warga. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Harga Jual Emas Hari Ini, Jumat 6 Maret 2026
















Mina Indonesia
Mina Arabic