Aceh Tamiang, MINA – Menjelang bulan suci Ramadhan, sejumlah warga korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang masih bertahan di tenda darurat yang didirikan di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU), karena rumah mereka belum dapat dihuni kembali akibat lumpur sisa banjir.
Di Kampung Durian, Kecamatan Rantau, warga yang kehilangan tempat tinggal terpaksa mendirikan tenda di kompleks pemakaman Tionghoa setempat. Meski jumlah pengungsi berkurang, hingga kini masih terdapat sekitar 15 kepala keluarga yang bertahan di lokasi tersebut.
Seorang warga Aceh Tamiang, Muhammad Riski, mengatakan para korban banjir memilih tinggal di tenda karena rumah mereka rusak atau masih dipenuhi lumpur.
“Mereka mendirikan tenda di kuburan karena rumahnya belum bisa ditempati. Sekarang memang sudah berkurang, tapi masih ada,” ujarnya, Kamis (5/2).
Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani
Riski mengaku prihatin melihat kondisi warga yang masih tinggal di tenda darurat, terlebih Ramadhan kian dekat. Ia menambahkan, secara umum kondisi Aceh Tamiang mulai membaik, meski pembersihan lumpur di sejumlah kampung terkendala akses alat berat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery membenarkan masih adanya warga yang bertahan di tenda darurat. Ia menyebutkan, sebagian warga belum kembali ke rumah karena kondisi lingkungan yang belum layak.
“Huntara sedang dalam proses pembangunan. Kami upayakan sebelum Ramadhan warga sudah bisa menempatinya,” kata Iman. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic