Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesepakatan Damai AS-Iran Picu Kemarahan Warga Israel terhadap Trump

Mujiburrahman Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:14 WIB

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:14 WIB

54 Views ㅤ

Warga Israel protes. (foto: Anadolu)

Tel Aviv, MINA – Kesepakatan damai yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran memicu kemarahan sebagian warga Israel terhadap Presiden AS Donald Trump.

Di media sosial dan berbagai forum publik, sejumlah warga Israel menilai Trump telah meninggalkan kepentingan Israel dengan memilih berdamai dengan Teheran setelah berbulan-bulan konflik dan ketegangan di kawasan. Yedioth Ahronoth melaporkan, Sabtu (20/6).

Kekecewaan tersebut muncul karena selama ini Trump dikenal sebagai salah satu pemimpin Amerika yang paling dekat dengan pemerintah Israel. Namun, keputusan Washington untuk menandatangani nota kesepahaman perdamaian dengan Iran dipandang oleh sebagian warga dan kelompok pendukung garis keras Israel sebagai langkah yang menguntungkan Teheran serta mengabaikan tuntutan Israel terkait program nuklir dan pengaruh regional Iran.

Sejumlah media Israel juga menyoroti perubahan sikap Trump yang dalam beberapa pekan terakhir lebih menekankan penyelesaian diplomatik dibanding eskalasi militer.

Baca Juga: Eisenkot Tolak Gabung Pemerintahan Netanyahu

Bahkan, beberapa laporan menyebut hubungan Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengalami ketegangan akibat perbedaan pandangan mengenai cara menghadapi Iran dan konflik yang terus meluas di Timur Tengah.

Di sisi lain, pemerintahan Trump berpendapat bahwa kesepakatan dengan Iran diperlukan untuk mencegah konflik yang lebih besar dan menjaga stabilitas kawasan. Washington juga menilai jalur diplomasi dapat mengurangi risiko gangguan terhadap pasokan energi global dan keamanan jalur pelayaran internasional yang selama konflik sempat menjadi perhatian dunia.

Reaksi keras dari sebagian warga Israel mencerminkan kekhawatiran bahwa pendekatan baru Washington dapat mengurangi dukungan tanpa syarat yang selama ini diberikan kepada Tel Aviv.

Kekhawatiran itu semakin menguat karena kesepakatan tersebut tercapai di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel terkait konflik di Gaza dan Lebanon.

Baca Juga: Israel Lanjutkan Penangkapan Warga Gaza Saat Kembali dari Pengobatan Luar Negeri 

Kedua negara masih memiliki kerja sama erat di bidang pertahanan, intelijen, dan keamanan regional. Namun, kesepakatan AS-Iran terbaru menunjukkan adanya perbedaan kepentingan yang semakin terlihat antara Washington dan Tel Aviv dalam menyikapi dinamika Timur Tengah. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Dalam Sebulan, Pemukim Israel Lakukan 1.349 Serangan Terhadap Warga Palestina

Rekomendasi untuk Anda