Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khutbah Jumat: Al-Aqsa Jantung Peradaban Dunia

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 24 Juli 2026 - 06:54 WIB

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:54 WIB

134 Views ㅤ

Masjid Al-Aqsa di Palestina (Foto: Pexels/Yasir Gurbuz)

KHUTBAH JUMAT kali ini mengingatkan jamaah akan pentingnya Masjid Al-Aqsa bagi umat Islam, dengan topik “Al-Aqsa Jantung Peradaban Dunia,” oleh Ali Farkhan Tsani, Duta Al-Quds dan Redaktur Senior MINA News. Berikut naskah selengkapnya.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beserta keluarganya, para sahabatnya dan pengikutnya yang setia hingga Yaumul Kiamah.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Risalah Kemanusiaan dari Bumi Palestina

Kita bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan kita bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Wahai kaum muslimin, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan berserah diri kepada Allah sebagai seorang Muslim.

Ma’asyiral muslimin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Perhatikanlah peta dunia. Perhatikanlah titik pertemuan tiga benua: Asia, Afrika, dan Eropa. Di sanalah, di jantung peradaban dunia, berdiri sebuah kota suci yang menjadi rebutan sepanjang sejarah. Kota itu bernama Al-Quds. Dan di dalamnya berdiri Masjid Al-Aqsa, yang menjadi simbol keimanan, peradaban, dan kekuatan spiritual umat Islam.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Kehidupan Dunia Tempat Menanam Kebaikan

Al-Aqsa bukanlah sekadar bangunan batu. Ia adalah jantung peradaban dunia. Ia adalah pusat kekuatan spiritual yang mempengaruhi seluruh lapisan geografis. Al-Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam, tanah para Nabi utusan Allah, dan tempat singgah perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Karena itulah, sejak ribuan tahun lalu hingga hari ini, bangsa-bangsa saling berebut untuk menguasainya. Bukan karena nilai tanahnya, tetapi karena posisinya yang strategis sebagai pusat kekuasaan dunia.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Allah berfirman:

Baca Juga: Khutbah Jumat: Islam Menjaga Perdamaian  

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS Al-Isra [17]: 1).

Allah tidak hanya menyebut Masjid Al-Aqsa, tetapi juga menyatakan bahwa sekelilingnya diberkahi. Artinya, seluruh kawasan Baitul Maqdis, seluruh tanah Palestina, dan wilayah Syam secara luas, adalah tanah yang penuh dengan keberkahan ilahi. Keberkahan ini bukan sekadar kesuburan tanah, tetapi juga keberkahan spiritual, tempat turunnya wahyu, tempat diutusnya para Nabi, tempat berkumpulnya para kekasih Allah dan negeri para syuhada.

Inilah mengapa Al-Aqsa menjadi jantung peradaban dunia. Ia adalah pusat dari tiga lingkaran kekuatan yang mempengaruhi seluruh geopolitik dunia.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Mentadaburi Surat Al-Isra dalam Pembebasan Al-Aqsa

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Allah juga berfirman:

وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ

“Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke tanah yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam.” (QS Al-Anbiya [21]: 71).

Baca Juga: Khutbah Jumat: Melestarikan Alam Menyelamatkan Kehidupan

Tanah yang dimaksud dalam ayat ini adalah tanah Syam, yang di dalamnya terdapat Baitul Maqdis dan Palestina. Allah memberkahi tanah ini untuk seluruh alam (lil ‘alamin). Ini berarti keberkahan Baitul Maqdis tidak terbatas untuk umat Islam saja, tetapi untuk seluruh umat manusia. Di sinilah para Nabi diutus. Di sinilah wahyu Allah diturunkan. Di sinilah peradaban manusia dibangun di atas fondasi tauhidullah.

Karena itulah, siapapun yang menguasai wilayah Baitul Maqdis, ia menguasai pusat peradaban dunia. Ia menguasai jalur perdagangan, jalur militer, dan pusat pengaruh spiritual. Inilah yang membuat Baitul Maqdis menjadi rebutan sepanjang sejarah.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda tentang Baitul Maqdis:

Baca Juga: Khutbah Jumat: Jangan Pernah Berhenti Menyuarakan Al-Aqsa

أَرْضُ الْمَحْشَرِ وَالْمَنْشَرِ

“Baitul Maqdis adalah tanah mahsyar dan mansyar, tempat berkumpul dan tempat disebarkannya manusia pada hari kiamat.” (HR Ahmad).

Baitul Maqdis bukan hanya pusat peradaban dunia, tetapi juga pusat peristiwa akhir zaman. Di sanalah manusia akan dikumpulkan pada hari kebangkitan. Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan tanah suci ini di sisi Allah.

Wilayah Baitul Maqdis bukan sekadar tanah biasa. Ia adalah tanah yang Allah pilih sebagai saksi peristiwa-peristiwa besar umat manusia, dari awal penciptaan hingga hari akhir jaman.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Sabar Dalam Menghadapi Musibah

Para ahli geopolitik modern, seperti Sir Halford Mackinder, mengembangkan teori yang dikenal sebagai “The Heartland Theory” (Teori Jantung Dunia). Teori ini menyatakan bahwa siapa pun yang menguasai kawasan jantung Eurasia, yang meliputi Eropa Timur, Rusia, dan kawasan sekitarnya, akan menguasai dunia. Para ilmuwan dan pakar geopolitik dunia modern kemudian menhembangkan bahwa jantung dunia yang sebenarnya adalah Baitul Maqdis.

Prof. Dr. Abd al-Fattah El-Awaisi, seorang profesor Hubungan Internasional asal Baitul Maqdis, mengembangkan Teori Lingkaran Berkah (Circle of Baraka) yang menjelaskan bahwa Baitul Maqdis adalah pusat dari tiga lingkaran kekuatan.

Lingkaran pertama: Baitul Maqdis sebagai pusat kekuatan spiritual. Lingkaran kedua: Mesir dan Syam. Dan lingkaran ketiga: Wilayah hingga Makkah.

Teori ini menyatakan bahwa barang siapa yang menguasai Baitul Maqdis, ia akan menguasai Mesir dan Syam. Barang siapa yang menguasai Mesir dan Syam, ia akan menguasai lingkaran ketiga dan dapat memimpin dunia.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Berbakti Kepada Orang Tua, Kunci Kesuksesan dan Keberkahan Hidup

Inilah sebabnya mengapa bangsa-bangsa saling berebut Palestina. Bukan karena nilai tanahnya, tetapi karena posisinya yang strategis sebagai pusat kekuasaan dunia. Inilah sebabnya mengapa Zionis Israel begitu ngotot menjajah Al-Quds. Mereka tahu bahwa dengan menguasai jantung peradaban, mereka bisa menguasai dunia.

Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah,

Baitul Maqdis adalah tanah yang diberkahi untuk seluruh alam. Ia harus kembali ke tangan umat Islam, karena hanya umat Islam yang mampu mewujudkan rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi seluruh alam.

Allah SWT berfirman:

Baca Juga: Khutbah Jumat: Tugas Besar Rasulullah ﷺ dan Kunci Kesuksesannya

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (QS Al-Anbiya [21]: 107)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Ketika Baitul Maqdis berada di bawah kepemimpinan Islam, ia menjadi sumber rahmat bagi seluruh manusia. Toleransi, keadilan, dan perdamaian ditegakkan. Ini terbukti pada masa Umar bin Khattab dan Shalahuddin Al-Ayyubi.

Tetapi jika Baitul Maqdis dipegang oleh orang-orang yang ingkar kepada Allah, yang jauh dari tuntunan ilahiyah, maka ia hanya akan menjadi sumber kerusakan, peperangan, dan kezaliman. Lihatlah apa yang terjadi hari ini di Palestina. Darah mengalir, rumah hancur, anak-anak kehilangan masa kecil mereka. Ini semua terjadi karena Baitul Maqdis berada di tangan orang-orang yang tidak bertakwa kepada Allah.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Kemerdekaan Hakiki Sebagai Hamba Allah

Jamaah kaum Muslimin yang sama-sama mengharap ridha dan ampunan Allah

Ketika Amirul Mukminin Umar bin Khattab hendak memasuki Kota Al-Quds, beliau berhenti di Kota Jabiyah dan menyampaikan pesan yang sangat penting:

إِنَّهُ لَا إِسْلَامَ إِلَّا بِجَمَاعَةٍ، وَلَا جَمَاعَةَ إِلَّا بِإِمَارَةٍ، وَلَا إِمَارَةَ إِلَّا بِطَاعَةٍ

“Sesungguhnya tidak ada Islam (yang tegak) kecuali dengan berjama’ah, dan tidak ada jama’ah kecuali dengan adanya kepemimpinan (imamah), dan tidak ada (gunanya) kepemimpinan kecuali dengan ketaatan.”

Pesan ini adalah kunci pembebasan Kota Al-Quds. Tanpa jama’ah, tanpa imaam, tanpa ketaatan, mustahil Al-Quds bisa dibebaskan. Karena itu, marilah kita bersatu. Marilah kita berjama’ah. Marilah kita taat kepada pemimpin dalam kebaikan.

Allah menegaskan di dalam firman-Nya:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah seraya berjama’ah, dan janganlah kamu bercerai-berai…” (QS Ali Imran [3]: 103).

Pada lanjutan Surat Ali Imran Allah menyebutkan:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena) kamu menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar…” (QS Ali Imran [3]: 110).

Kita hanya akan menjadi umat terbaik jika kita bersatu. Kita hanya akan menjadi umat terbaik jika kita berjama’ah. Dan kita hanya akan bisa membebaskan Al-Aqsa, Al-Quds dan seluruh wilayah Baitul Maqdis, jika kita Bersatu, hidup terpimpin, berjama’ah, karena Allah. []

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

Rekomendasi untuk Anda