Komunitas Muslim Kanada Peringati Lima Tahun Serangan Masjid Quebec

Quebec, MINA – Komunitas Muslim di Kanada memperingati lima tahun serangan Masjid Kota Quebec Kanada yang berlangsung 29 Januari 2017 lalu.

Mohamed Labidi, salah satu pengurus di Quebec Islamic Cultural Centre, Jumat (28/1) mengatakan, “Dia menembak dari sini.” Al Jazeera melaporkan, Jumat (28/1).

“Seorang pria bersenjata menembak ke dalam ruangan itu dan menewaskan 6 jamaah, dan melukai 19 lainnya,” ujarnya mengenang peristiwa itu.

Amukan mematikan Alexandre Bissonnette di dalam masjid terbesar Quebec City itu, berlangsung kurang dari dua menit.

Masjid Quebec baru-baru ini direnovasi, membuatnya sekitar sepertiga lebih besar dari saat serangan terjadi.

Renovasi di antaranya adanya karpet masjid berwarna merah, menggantikan karpet hijau yang telah ternoda darah.

Dinding eksterior putih dibangun menghadap ke jalan, memberikan perlindungan lebih dari batas kaca sebelumnya. Langkah-langkah keamanan baru juga diterapkan, termasuk kartu kunci elektronik untuk masuk, meja keamanan yang dijaga selama waktu shalat, dan dua pintu keluar darurat tambahan.

Batu Peringatan

Di luar masjid, tiga alas batu hitam berdiri di sebuah peringatan bagi mereka yang gugur dalam serangan. Masing-masing dihiasi dengan dua nama: Azzeddine Soufiane dan Aboubaker Thabti; Khaled Belkacemi dan Abdelkrim Hassane; Ibrahima Barry dan Mamadou Tanou Barry.

Sebuah kutipan, dalam bahasa Prancis dan Arab, karya penyair Lebanon Khalil Gibran terukir di batu hitam lain, “Seseorang mungkin tidak mencapai fajar kecuali melalui jalan malam.”

Bagi Khadija Thabti (44 th), yang suaminya Aboubaker termasuk di antara mereka yang ditembak mati, Januari telah menjadi bulan terberat dalam setahun.

“Ketika kami sampai pada tanggal 29 Januari, sangat sulit bagi kami sebagai sebuah keluarga,” ibu dua anak berusia 8 tahun dan 16 tahun.

“Bahkan hari ini, ketika saya membicarakannya,” ujarnya sambil menangis.

Masjid Kota Quebec terletak di tepi Sungai St Lawrence, Kota Quebec, salah satu pemukiman Eropa tertua di Amerika Utara.

Sebuah tujuan wisata populer di provinsi Quebec yang sebagian besar berbahasa Prancis, paling terkenal adalah jalan-jalan berbatu yang indah di Vieux-Quebec (Quebec Lama).

Wisata lainnya, ada karnaval musim dingin tahunan, dan taman tepi sungai Plains of Abraham yang bersejarah.

Pusat Kebudayaan Islam terletak di pinggir jalan raya utama di lingkungan perumahan Sainte-Foy di kota itu. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)