Konferensi Internasional untuk Kelapa Sawit dan Lingkungan Ke-5 kembali Digelar Maret 2016

Foto : Chamid/MINA
Foto : Chamid/MINA

Jakarta, 25 Rabi’ul Akhir 1437/4 Februari 2016 (MINA) – Konferensi Internasional Untuk Kelapa Sawit dan Lingkungan (ICOPE) yang kelima kembali akan digelar di Bali dari 16 hingga 18 Maret 2016 Mendatang.

CEO World Wildlife Fund (WWF) Indonesia Elfransjah mengatakan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari pertemuan COP21 bersejarah di Paris yang merumuskan kesepakatan global dalam mengurangi emisi yang akan menfokuskan pada pentingnya inovasi dan pendekatan ilmiah di industri kelapa sawit dalam rangka mengurangi dampak perubahan iklim.

“ICOPE telah diakui sebagai forum ilmiah internasional yang kredibel. Sejak pertama kali diselanggarakan pada tahun 2007, konferensi ini mendapar perhatian luas dari berbagai pihak karena memberikan kontribusi penting dalam transformasi produksi minyak sawit berkelanjutan di Indonesia,” kata CEO WWF Indonesia di Jakarta, Kamis (4/2).

Elfransjah mengatakan, pihaknya berpandangan sektor kelapa  sawit berperan sangat besar untuk menjadi model pertanian berkelanjutan.

“ICOPE 2014, dihadiri oleh lebih dari 350 peserta internasional. Semoga ICOPE 2016 ini akan mendorong industri minyak kelapa sawit dapat memimpin upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan solusi-solusi ilmiah,” kata Elfransjah.

Sementara Direktur Utama SMART Tbk Daud Dharsono mengatakan, perlunya upaya dari semua pemangku kepentingan untuk menentukan solusi yang paling tepat dan sesuai bagi Indonesia untuk mengatasi dampak perubahan iklim.

“Berkolaborasi untuk terus berinvestasi dalam mengembangkan riset-riset inovatif dalam rangka beradaptasi terhadap dampak negatif perubahan iklim dab menjaga produktivitas perkebunan kelapa sawit nasional,” kata Daud Dharsono.

Menurutnya, pelaksanaan konferensi internasional inj dirasakan semakin relevan mengingat sedemikian tidak menentunnya dampak perubahan iklim ekstrim seperti El Nino pada tahun 2015 lalu yang memberikan kontribusi terhadap krisis kabut asap di Asia Tenggara.

Renacananya para delegasi ICOPE 2016 akan membahas berbagai topik aktual mulai dari pengurangan emisi melalui konservasi hutan, meningkatkan fiksasi karbon dan manfaat potensial dari bahan bakar biodiesel generasi kedua.

Konferensi tersebut diselenggarakan oleh PT Smart Tbk yang bekerjasama dengan World Wildlife Fund (WWF) dan CIRAD Perancis.

Dikatakan, sejumlah pakar lingkungan internasional terkemuka, perwakilan lembaga pemerintah, LSM, Industri, peneliti senior serta akademisi akan mengahadiri acara yang diselenggarakan dua tahun sekali itu. (L/P010/R05)

Miraj Islamic News Agency (MINA)