Peru Ingin Belajar Industri Minyak Sawit Dari Indonesia

Industri Kelapa Sawit (foto:, Dok/Kemlu RI)

Lima, MINA – Peru ingin belajar mengembangkan industri minyak sawit dari Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Manajer Utama Dewan Minyak Sawit Nasional Peru (JUNPALMA), Gregorio Saenz, dalam pertemuan dengan Duta Besar RI Lima Marina Estella Anwar Bey di Pucallpa, Peru.

“Industri minyak sawit di Indonesia sudah sangat maju, bisa dimanfaatkan tidak hanya sebagai bahan campuran makanan tapi juga campuran kosmetik, sabun, dan biodiesel,” kata Gregorio, dalam siaran pers yang diterima MINA, Senin (23/12).

Hal itu, lanjutnya, sangat berbeda dengan Peru yang baru menghasilkan sebatas produk CPO dan menjualnya kepada perusahaan makanan.

Dalam rangka menjajaki rencana kerja sama antara Indonesia dan Peru di sektor minyak sawit, Dubes RI Lima telah mengunjungi provinsi Ucayali, Peru untuk bertemu dengan asosiasi minyak sawit di Ucayali yaitu COCEPU dan perusahaan minyak sawit terbesar di Ucayali yaitu OLAMSA.

Selain itu, Dubes RI Lima juga mengunjungi langsung perkebunan kelapa sawit di Ucayali dan pabrik kelapa sawit yang dimiliki oleh perusahaan OLAMSA.

Provinsi Ucayali merupakan satu dari 4 (empat) provinsi penghasil minyak sawit di Peru. Provinsi lainnya adalah Provinsi San Martin, Provinsi Loreto, dan Provinsi Huanaco.

Saat ini, provinsi Ucayali merupakan produsen terbesar di Peru dengan nilai produksi mencapai 200 ribu ton CPO (Crude palm oil) dari 300 ribu ton produksi tahunan CPO di Peru. Perusahaan yang memproses dan mengelola produksi tersebut adalah perusahaan OLAMSA yang didirikan oleh para petani kelapa sawit anggota COCEPU dengan investasi mandiri.

Duta Besar RI Lima menanggapi secara positif keinginan dari JUNPALMA, COCEPU dan Perusahaan OLAMSA dalam hal kerja sama pengembangan industri minyak sawit.

Diharapkan  perusahaan Indonesia dapat berkunjung ke Peru melihat peluang bisnis dan investasi yang dapat dikembangkan dengan Peru.

Duta Besar RI Lima juga meminta agar pihak Peru dapat mengunjungi Indonesia untuk melihat secara langsung industri minyak sawit di Indonesia. (R/Sj/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)