Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi Sumatra Tembus 940 Jiwa

Mujiburrahman Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 7 Desember 2025 - 18:52 WIB

Ahad, 7 Desember 2025 - 18:52 WIB

11 Views ㅤ

Korban Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi Sumatra Tembus 940 Jiwa (Foto : UAR)

Jakarta, MINA – Jumlah korban banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra terus bertambah. Berdasarkan pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Ahad (7/12) pukul 16.13 WIB, total korban meninggal dunia telah mencapai 940 jiwa di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Data yang dirilis melalui laman resmi BNPB, gis.bnpb.go.id, menunjukkan bahwa Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan korban meninggal terbanyak, yakni mencapai 382 orang. Disusul Sumatera Utara dengan 330 korban jiwa, dan Sumatera Barat sebanyak 228 korban jiwa.

Selain korban meninggal, BNPB mencatat 276 orang masih dinyatakan hilang, sementara 5.000 warga mengalami luka-luka akibat bencana ekologis yang terjadi hampir bersamaan di sejumlah daerah tersebut.

Kerusakan juga melanda ratusan fasilitas publik. Sedikitnya 655 fasilitas umum rusak, termasuk 72 fasilitas kesehatan, 383 fasilitas pendidikan, 200 rumah ibadah, 29 gedung atau perkantoran, serta 64 jembatan yang turut terdampak. Skala kerusakan ini memperlihatkan betapa besar dampak bencana yang melanda sebagian wilayah Sumatra tersebut.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Di tengah tingginya jumlah korban dan luasnya kerusakan, hingga kini pemerintah Indonesia belum menetapkan status bencana nasional. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait langkah penanganan yang lebih terkoordinasi, mengingat ribuan warga masih membutuhkan bantuan darurat dan pemulihan jangka panjang.

BNPB dan sejumlah lembaga kemanusiaan masih terus melakukan evakuasi, pencarian korban hilang, serta pendistribusian bantuan logistik. Namun, akses ke sejumlah titik terdampak dilaporkan terhambat akibat jalan dan jembatan yang rusak parah.

Hingga laporan ini disusun, upaya penanganan darurat masih berlangsung, sementara masyarakat menantikan langkah cepat pemerintah dalam menetapkan kebijakan yang lebih menyeluruh demi percepatan pemulihan di tiga provinsi tersebut. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

Rekomendasi untuk Anda