Korsel Janji Hibahkan 10 Juta Dolar Rehabilitasi Gempa Sulteng

Jakarta, MINA – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) janji hibahkan 10 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp 143 miliar (1 dolar AS : Rp 14.300) untuk membantu proses rehabilitasi dan rekontruksi daerah yang terdampak gempa, tsunami, dan likuifaksi di Sulawesi Tengah.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Duta Besar Korsel untuk Indonesia Kim Chang-beom saat melangsungkan pertemuan bilateral dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (4/12).

“Kami telah memutuskan untuk menghibahkan dana sebesar 10 juta dolar untuk membantu rehabilitasi pascabencana Sulawesi Tengah. Hal tersebut juga dimaksudkan dalam rangka memperkuat kerjasama antara Pemerintah Korea Selatan dan Indonesia,” jelas Chang kepada para wartawan.

Dari jumlah tersebut, Chang melanjutkan, dana tunai 1 juta dolar telah diberikan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tanggal 11 Oktober lalu dan 2,5 Juta Dolar juga sudah diberikan sebelumnya dalam bentuk sumbangan 160 set tenda dan tiga pesawat pengangkut militer.

Sementara itu, sisa bantuan 7,5 juta dolar akan disalurkan dalam dua bentuk kerjasama hibah, yaitu  untuk proyek-proyek rehababilitasi yang bertujuan merelokasi penduduk dan rekontruksi yang akan dimasukkan sebagai program hibah multi-tahunan Korea International Cooperation Agency (KOICA).

Pemerintah Indonesia saat mengapresiasi hal tersebut dan berjanji akan menggunakan dengan sebaik-baiknya untuk rahabilitasi pascabencana yang terjadi di Palu dan sekitarnya.

“Pemerintah Indonesia akan terus mendorong efektivitas dan efisiensi mitigasi bencana agar dapat meminimalkan korban jiwa dan kerusakan infrstruktur ketika bencana terjadi,” kata Menteri Bambang.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/10), perhitungan kerusakan dan kerugian akibat bencana di Sulawesi Tengah meningkat menjadi Rp18,48 triliun. (L/Sj/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)