Pyongyang, MINA – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dilaporkan memantau langsung uji coba peluncuran rudal jelajah strategis dari kapal perusak angkatan laut terbaru negaranya di tengah meningkatnya ketegangan global, termasuk konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Uji coba tersebut dilakukan untuk menguji kemampuan tempur angkatan laut Korea Utara sekaligus memperkuat daya gentar militernya.
Media pemerintah Korea Utara, KCNA melaporkan, Kamis (12/3) peluncuran rudal dilakukan dari kapal perusak baru berbobot sekitar 5.000 ton yang dikenal dengan nama Choe Hyon.
Dalam uji coba tersebut, beberapa rudal jelajah diluncurkan dan terbang mengikuti lintasan tertentu di atas perairan sebelum mencapai target yang telah ditentukan.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Kim Jong-un menyatakan latihan tersebut bertujuan untuk membiasakan personel angkatan laut dalam penggunaan senjata strategis serta menguji kesiapan sistem persenjataan baru. Ia juga menekankan bahwa kemampuan serangan dari laut menjadi bagian penting dari strategi pertahanan Korea Utara.
Uji coba itu berlangsung di tengah situasi geopolitik yang memanas, termasuk konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Sejumlah analis menilai langkah Pyongyang tersebut sebagai sinyal politik dan militer bahwa negara itu tetap memperkuat kekuatan strategisnya di tengah dinamika keamanan global.
Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara terus meningkatkan program pengembangan senjata strategisnya, termasuk rudal balistik antarbenua dan rudal hipersonik.
Pengembangan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya memperluas kemampuan nuklir serta memperkuat daya tangkal terhadap negara-negara yang dianggap sebagai ancaman.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Para pengamat militer menilai peningkatan kemampuan rudal Korea Utara, baik yang diluncurkan dari darat maupun laut, menunjukkan strategi diversifikasi sistem peluncuran senjata.
Dengan kemampuan tersebut, Pyongyang berupaya memperkuat posisi militernya di kawasan Asia Timur sekaligus meningkatkan pengaruhnya dalam dinamika keamanan internasional. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic