Pyongyang, MINA – Keinginan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk kembali bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mendapat respons keras dari Pyongyang. Beberapa jam setelah Trump menyatakan rencana pertemuan, Korea Utara meluncurkan lebih dari 10 rudal balistik jarak pendek ke arah perairan timur Semenanjung Korea.
Trump sebelumnya mengatakan dirinya berencana bertemu Kim Jong Un pada akhir tahun ini. Ia juga menyebut hubungan pribadinya dengan Kim tetap baik dan berharap diplomasi dengan Pyongyang dapat kembali dilanjutkan.
Pernyataan itu disampaikan setelah Washington memutuskan mengurangi skala latihan militer bersama Korea Selatan. Al-Jazeera melaporkan, Ahad (23/8)
Namun, Korea Utara menunjukkan sikap berbeda. Militer Korea Selatan menyatakan sekitar 10 rudal balistik jarak pendek diluncurkan dari wilayah sekitar Pyongyang dan terbang sekitar 300 kilometer sebelum jatuh ke laut. Seoul mengecam peluncuran tersebut sebagai tindakan serius yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Peluncuran rudal juga berlangsung setelah Kim Yo Jong, saudara perempuan Kim Jong Un yang merupakan salah satu pejabat berpengaruh di Pyongyang, mengkritik latihan militer AS-Korea Selatan.
Ia menyatakan pengurangan latihan tidak mengubah apa yang disebutnya sebagai kebijakan bermusuhan Washington terhadap Korea Utara.
Di sisi lain, Trump sebelumnya telah memerintahkan Pentagon mengurangi secara signifikan keterlibatan AS dalam latihan Ulchi Freedom Shield.
Latihan yang melibatkan sekitar 18.000 personel Korea Selatan itu sedianya berlangsung hingga 27 Agustus, tetapi kemudian dipersingkat sebagai bagian dari upaya Trump membuka kembali ruang diplomasi dengan Pyongyang.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Peluncuran rudal tersebut menunjukkan bahwa upaya Trump menghidupkan kembali hubungan personal dengan Kim belum otomatis membuka jalan bagi perundingan baru.
Korea Utara tetap mempertahankan kemampuan militernya sebagai alat tekan, sementara Washington menghadapi tantangan untuk mengembalikan diplomasi tanpa mengabaikan ancaman nuklir dan rudal Pyongyang. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic