gaza-memo-300x185.png" alt="foto: MEMO" width="300" height="185" /> foto: MEMO
Gaza, 5 Ramadhan 1435/3 Juli 2014 (MINA) – Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza mengumumkan, sekitar 50 persen ambulans telah berhenti beroperasi, karena krisis bahan bakar.
Juru bicara Kementrian Kesehatan, Ashraf Al-Qudra, Rabu (3/7) mengatakan,, Kementrian Kesehatan mengalami kekurangan bahan bakar, sementara Israel terus melakukan agresi terhadap Gaza. Demikian dilaporkan Middle East Monitor (MEMO), yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).
Otoritas Energi dan Sumber Daya Alam Palestina mengatakan, otoritas pendudukan Israel membatasi jumlah bahan bakar yang dikirim melalui penyeberangan Karem Abu Salem ke Jalur Gaza, yang antara lain mengakibatkan pembangkit rumahsakit listrik tidak dapat beroperasi.
Rumah Sakit Gaza biasanya membutuhkan sekitar 8.000 liter bahan bakar per hari untuk pembangkit tenaga listrik-nya..
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
“Setelah pembangkit listrik tidak beroperasi, kemungkinan kebutuhan Kementrian Kesehatan untuk bahan bakar akan meningkat,” tambahnya.
Al-Qudra mengatakan, staf medis di Gaza melaporkan semua perkembangan yang dihadapi akibat krisis bahan bakar ini pada sektor rumah sakit yang sebelumnya tidak pernah terjadi. (T/Nidiya/IR)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
Baca Juga: Empat Warga Palestina Syahid dalam Pelanggaran Terbaru Israel di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic