Gaza, MINA – Di tengah hancurnya institusi pendidikan di seluruh Jalur Gaza, sebuah inisiatif akar rumput melahirkan Universitas Kota di Gaza selatan, tepatnya di Khan Younis untuk memberikan kesempatan bagi para mahasiswa melanjutkan studi mereka meskipun krisis masih berlangsung.
Seperti dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (14/4), proyek yang didirikan di Khan Younis ini bukanlah hasil dari rencana resmi, melainkan respons mendesak dari para akademisi dan aktivis terhadap runtuhnya infrastruktur pendidikan tinggi.
Dengan sebagian besar universitas tidak berfungsi, inisiatif ini menyediakan ruang belajar yang fleksibel, kuliah diadakan di tenda atau area terbuka dengan menggunakan sumber daya yang minim.
Para mahasiswa mengikuti kelas dengan duduk di bangku sederhana atau bahkan di tanah, sementara para dosen mengandalkan alat-alat sederhana seperti papan tulis, materi cetak dan instruksi lisan untuk menyampaikan pelajaran.
Baca Juga: Faksi-Faksi Palestina Tegaskan Syarat Sebelum Bahas Masa Depan Gaza
Meskipun tidak memiliki laboratorium dan peralatan canggih, baik mahasiswa maupun profesor telah mengembangkan alternatif inovatif untuk mempertahankan proses belajar mengajar.
Proyek ini berupaya menciptakan lingkungan yang mencakup ruang kelas dasar, akses internet dan materi pendidikan esensial, sehingga pendidikan dapat terus berjalan dalam kondisi sulit.
Tahap percontohan telah dimulai dengan mahasiswa dari Universitas Islam Gaza, khususnya di bidang kedokteran, keperawatan dan teknik, sekaligus membuka akses bagi mahasiswa dari universitas lain di Gaza selatan dengan koordinasi melalui administrasi masing-masing.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Para Pemukim Ilegal Yahudi Pasang Gerbang Besi di Kota Tua Yerusalem
















Mina Indonesia
Mina Arabic