Tel Aviv, MINA – Utusan Presiden AS Jared Kushner bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (17/8), untuk melanjutkan rencana AS mengakhiri perang di Jalur Gaza dan melanjutkan pelaksanaan fase keduanya.
Channel 12 mengutip seorang pejabat politik Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa pertemuan antara Netanyahu dan Kushner beberapa jam. Quds Press melaporkan.
Kesepakatan telah dicapai bahwa tidak ada proyek rekonstruksi Gaza yang akan dilaksanakan di bagian mana pun dari Jalur Gaza sebelum Hamas sepenuhnya dilucuti senjatanya. Langkah pertama dalam proses pelucutan senjata adalah penyerahan semua senjata, sebagai persiapan untuk pemusnahan mereka di bawah pengawasan dan kendali.
Ia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut juga mencakup “menjaga kebebasan bertindak tentara Israel dan melanjutkan kebijakan pembunuhan,” selain menerapkan langkah-langkah “disinfeksi sanitasi” di Jalur Gaza dengan tujuan mencegah penyebaran epidemi.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Kushner tiba di Israel lebih awal, ditemani sejumlah pejabat Dewan Perdamaian, termasuk Perwakilan Tinggi Dewan Nickolay Mladenov dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, setelah pembicaraan yang ia lakukan pada Ahad (16/8) di Mesir dengan mediator dan perwakilan Hamas.
Kunjungan Kushner ke Israel terjadi di tengah tekanan AS terhadap Hamas untuk setuju melucuti senjatanya, dan setelah pengumuman Netanyahu awal bulan ini bahwa Israel menolak kesepakatan 15 poin yang diajukan oleh Dewan Perdamaian tentang Jalur Gaza.
Dalam konteks ini, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin bahwa Israel tidak boleh melancarkan serangan ke Jalur Gaza, sementara upaya untuk melanjutkan fase kedua rencananya di Jalur Gaza terus berlanjut.
Trump menambahkan, dalam wawancara pers, “Kami memiliki hubungan khusus dengan Hamas, dan mereka menyerahkan senjata mereka.”
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Hamas menyambut pernyataan Trump, menganggapnya sebagai penegasan komitmennya terhadap jalur gencatan senjata. Juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan, “Kami menyerukan kepada Presiden Trump untuk menekan pemerintah pendudukan agar mematuhi apa yang telah disepakati dalam melaksanakan fase kedua rencana perdamaian Trump di Jalur Gaza.” []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic