Langgar Hukum Internasional, Hamas Kecam Pemboman Konsulat Iran di Damaskus

Sebuah gedung di sebelah Kedutaan Besar Iran di ibu kota Suriah, Damaskus, diserang rudal pada Senin 1 April 2024. (Foto: Press Tv)

Yerusalem, MINA – Gerakan Perlawanan Islam di Palestina, Hamas mengutuk keras agresi teroris Zionis Israel yang menargetkan gedung di ibu kota Suriah, Damaskus pada Senin malam (1/4) yang menyebabkan tewasnya sejumlah diplomat dan penasihat Iran.

Dalam sebuah pernyataannya, seperti dikutip dari PIC, Hamas menganggap pemboman tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah dan Iran, serta eskalasi Zionis yang berbahaya.

Mereka menyatakan solidaritas penuhnya terhadap Iran dan Suriah dalam menghadapi agresi brutal “Nazi”, serta menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan efektif untuk menghalangi pendudukan dan para pemimpin kriminalnya, dengan menghentikan agresi mereka terhadap Jalur Gaza dan wilayah tersebut yang menambah bahan bakar ke dalam api dan melemahkan stabilitas serta keamanan internasional.

Kantor berita resmi Suriah mengatakan, “Hari ini, Senin, pendudukan Israel menargetkan sebuah bangunan di sebelah kedutaan Iran di lingkungan Mezzeh di ibu kota Suriah, Damaskus.”

Sementara itu, media Suriah mengonfirmasi bahwa bangunan yang menjadi sasaran adalah kediaman duta besar Iran di dekat kedutaan Iran di Damaskus, yang sasarannya menyebabkan kematian beberapa orang.

Media Iran membenarkan kematian Brigadir Jenderal Mohammad Reza Zahedi, salah satu komandan revolusi, dalam serangan Israel di Damaskus. (T/R12/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Ikuti saluran WhatsApp Kantor Berita MINA untuk dapatkan berita terbaru seputar Palestina dan dunia Islam. Klik disini.