Lebih 10.000 Orang ke Desa Soaf Shali Makamkan Komandan LeT

Bashir Lashkari disalatkan oleh lebih 10 ribu warga Kashmir pada Ahad pagi, 2 Juli 2017 di distrik Anantnag, Kashmir Selatan. (Foto: Mohammad Suhail/KR)

Anantnag, Kashmir, 9 Syawwal 1438/3 Juli 2017 (MINA) – Meskipun ada barikade di jalanan yang dipasang oleh pasukan pemerintah India, tapi lebih 10.000 ribu orang datang ke desa Soaf Shali di Kokernag, distrik Anantnag, Kashmir pada hari Ahad (2/7) pagi untuk mengikuti proesei pemakaman komandan militan Lashkar-e-Toiba (LeT) Bashir Lashkari.

Bashir Ahmad Wani alias Lashkari terbunuh bersama seorang militan lainnya, Abu Maaz, seorang warga Pakistan, oleh pasukan pemerintah di Kashmir selatan pada hari Sabtu.

Dua warga sipil, termasuk seorang wanita, juga ditembak mati. Diduga oleh pasukan pemerintah dalam bentrokan bersenjata tersebut. Polisi mengatakan bahwa warga sipil yang tewas terkena tembakan nyasar.

Mayat Lashkari diserahkan kepada keluarga terdekat sekitar jam tujuh Sabtu malam di sebuah kamp tentara di Anantnag. Saat itu, ribuan orang sudah sampai di desa Soaf Shali untuk melihat sekilas Lashkari terakhir kalinya.

Saat mayat dibawa ke Soaf Shali, warga yang dilalui kavaleri menghentikan rombongan untuk menyalatkan jenazah Lashkari. Hal itu terjadi sampai dua tempat selama perjalanan jenazah.

Saat jenazah tiba di desa Soaf Shali, orang-orang berkumpul meneriakkan slogan pro-kemerdekaan dan anti-India. Kemudian salat jenazah diadakan di desa.

Jenazah diputuskan dimakamkan pada Ahad pagi untuk memungkinkan orang yang terus berdatangan memberikan penghormatan terakhir kepada militan tersebut.

Pada Sabtu malam, setidaknya lima gerilyawan bersenjata mengunjungi rumah komandan mereka yang terbunuh dan memberikan penghormatan senjata.

“Sejumlah militan lain yang sama mengunjungi rumah tersebut pada saat fajar menyingsing dan memberikan penghormatan kepada Lashkari,” kata seorang warga setempat kepada medial lokal Reader Kashmir yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA). (T/RI-1/B05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)