Kolombo, MINA – Amnesty International menyatakan bahwa lima tahun telah berlalu sejak jutaan anak perempuan di Afghanistan kehilangan akses terhadap pendidikan tingkat menengah, seraya memperingatkan bahwa pembatasan yang terus berlanjut ini berdampak pada masa depan dan cita-cita satu generasi.
Kantor regional Asia Selatan organisasi tersebut menyampaikan melalui platform X pada Kamis (17/9), lima tahun tanpa akses pendidikan berarti lima tahun ketidakadilan dan hilangnya peluang bagi anak-anak perempuan Afghanistan.
Kendati ada pembatasan, Amnesty menyebutkan bahwa anak-anak perempuan di seluruh Afghanistan terus berupaya untuk melanjutkan pendidikan mereka, termasuk melalui pembelajaran daring, aksi protes, dan dengan pindah ke luar negeri untuk meneruskan studi.
Amnesty International telah menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mendukung perempuan dan anak perempuan Afghanistan, serta mendesak Imarah Islam (pemerintahan Taliban) untuk membuka kembali sekolah menengah bagi anak perempuan sesegera mungkin.
Baca Juga: Afghanistan Tolak Laporan PBB yang Tunjukkan Peningkatan Budidaya Tanaman Opium Empat Kali Lipat
Setelah lima tahun berlalu, jutaan anak perempuan Afghanistan masih tidak bersekolah di tingkat menengah dan belum dapat kembali ke ruang kelas.
Namun, pihak Imarah Islam menganggap pendidikan bagi anak perempuan di atas kelas enam sebagai masalah internal negara dan menyatakan bahwa upaya sedang dilakukan untuk menangani persoalan tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Australia Wacanakan Pemasangan Tombol Darurat di Kantor Anggota Parlemen
















Mina Indonesia
Mina Arabic