Gaza, MINA – Lebih dari 100 organisasi kemanusiaan dan hak asasi manusia pada Jumat (9/10) menyatakan gencatan senjata Gaza hanya ada di atas kertas. Mereka menyebut serangan Israel dan pembatasan bantuan serta rekonstruksi terus berlanjut setahun setelah kesepakatan.
Dalam pernyataan bersama, organisasi-organisasi itu menyebut serangan, penembakan, dan operasi militer Israel telah menewaskan lebih dari 1.400 warga Palestina, termasuk sedikitnya 324 anak, selama setahun terakhir.
“Gencatan senjata tidak berarti apa-apa jika anak-anak terus dibunuh dan keluarga tetap tidak dapat membangun kembali hidup mereka,” kata CEO Save the Children, Inger Ashing.
“Sejak gencatan senjata diumumkan, hampir satu anak tewas setiap hari,” tambahnya.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Pernyataan itu menyebut pasukan Israel telah memindahkan apa yang disebut Garis Kuning lebih dalam ke Gaza, melampaui garis penarikan yang ditetapkan dalam kesepakatan, sehingga warga Palestina terjebak di area yang semakin padat.
Menurut pernyataan tersebut, hampir 2 juta orang masih membutuhkan tempat tinggal, sementara lebih dari 80 persen bangunan di Gaza telah rusak.
Dengan musim dingin yang mendekat, keluarga menghadapi pilihan antara bangunan tidak aman dan tenda yang terpapar dingin, angin, dan banjir. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic