Washington, MINA — Tiga tahun setelah agresi militer Zionis Israel di Gaza dimulai, Amerika Serikat (AS) masih mempertahankan dukungan militer yang hampir tanpa syarat kepada Zionis Israel.
Al Jazeera melaporkan pada Rabu (7/10), dukungan tersebut berlangsung di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden maupun Presiden Donald Trump.
AS terus memberikan bantuan senjata, dana, serta dukungan diplomatik kepada Zionis Israel meski serangan di Gaza menewaskan puluhan ribu warga Palestina.
Hingga kini, sedikitnya 74.243 warga Palestina telah gugur syahid di Gaza sejak 7 Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Baca Juga: Trump Jadikan Kerusuhan Prancis Sebagai Materi Kampanye di Pemilu Sela
Sejak gencatan senjata yang mulai berlaku pada 11 Oktober 2025, sedikitnya 1.460 warga Palestina juga dilaporkan gugur syahid akibat serangan Zionis Israel yang terus memperluas wilayah penguasaannya di Gaza.
Mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS, Josh Paul, mengatakan pemerintahan Biden dan Trump sama-sama terus memberikan dukungan kepada Zionis Israel dalam bentuk bantuan keuangan, transfer senjata, serta dukungan diplomatik.
“Intinya, baik pemerintahan Biden maupun Trump, AS terus memberikan dukungan tanpa syarat kepada Israel,” kata Paul, yang kini memimpin lembaga lobi A New Policy.
Menurutnya, dukungan tersebut juga berkaitan dengan biaya perang AS di kawasan Timur Tengah yang penyebabnya tidak terlepas dari dukungan Washington terhadap Israel dan tindakan Israel di kawasan tersebut.
Baca Juga: Trump Sebut Paris Segera Jadi Kota Muslim, Desak Macron Tutup Perbatasan
AS telah memberikan dukungan militer besar kepada Zionis Israel selama beberapa dekade.
Jika disesuaikan dengan inflasi, total bantuan AS kepada Israel sejak berdirinya negara tersebut pada 1948 mencapai hampir 300 miliar dolar AS, lebih besar dibandingkan bantuan kepada negara lain.
Washington juga menetapkan kebijakan untuk memastikan Israel mempertahankan apa yang disebut Qualitative Military Edge (QME), yaitu keunggulan militer atas negara-negara tetangganya.
Kebijakan tersebut membuat militer Israel sangat bergantung pada senjata dan teknologi buatan AS, termasuk pesawat tempur, berbagai jenis amunisi, tank, kendaraan militer, serta sistem pertahanan udara Iron Dome, David’s Sling, dan Iron Beam.
Baca Juga: Macron Kecam Kerusuhan Demo Biaya Hidup di Prancis, Hampir 2.400 Orang Ditangkap
Sejumlah organisasi hak asasi manusia, termasuk Amnesty International, juga berulang kali mengaitkan penggunaan senjata buatan AS dengan pembunuhan warga sipil di Gaza dan wilayah sekitarnya.
Namun, Zionis Israel hingga kini tetap membatasi akses pemantau independen untuk memasuki Gaza.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Wapres AS Akui Kesalahan dalam Perang Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic