Mahfud MD: Habibie Kebanggaan Kaum Muslimin Indonesia

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD terpantau melakukan Ta'ziyah di rumah duka BJ Habibie di Patra Kuningan Jakarta (foto:dok/detik)

Jakarta, MINA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengenang sosok BJ Habibie sebagai Muslim yang taat dan teladan bagi masyarakat Indonesia.

“Bangsa kita telah kehilangan seorang Bapak Bangsa yang sangat membanggakan. Beliau juga menjadi kebanggaan kaum muslimin Indonesia karena ketika orang Islam masih dianggap kolot dia menjadi contoh bahwa orang Islam bisa hebat dan tidak perlu inferior,” kata Mahfud melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (12/9).

Menurut Mahfud, BJ Habibie adalah ilmuwan muslim yang taat beribadah. Dari sosok dialah lahir ungkapan integrasi ‘Iptek dan Imtaq’, ilmu pengetahuan dan iman serta taqwa.

“Habibie dijadikan role model generasi muda Islam dengan ungkapan ‘berotak Jerman, berhati Mekkah’. Allahummaghfirlahu warhamhu…” kata Mahfud.

Baca Juga:  Ucapkan Selamat Idul Adha, Putin: Muslim Rusia Banyak Kebaikan

Ia telah mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional karena prestasi dan reputasinya sebagai ilmuwan kelas dunia.

Mahfud juga menilai, untuk bangsa Indonesia Habibie adalah penyelamat dan pembangun negara. Ketika Presiden kedua Suharto lengser pada Mei 1998 maka Wapres BJ Habibie jadi Presiden sesuai dengan konstitusi.

“Dia didemo dan dihujat karena dianggap kroni Pak Harto tapi dia bertahan dengan sabar tegar menyelamatkan negara,” ujarnya.

Mahfud menambahkan, sebenarnya menurut konstitusi, BJ Habibie berhak menjabat Presiden sampai tahun 2003. Tapi dia segera mengumumkan diadakannya Pemilu demokratis agar rakyat memilih Wakil Rakyat dan Presiden baru.

“Dia hanya memilih menjadi Presiden yang bisa mengantarkan pemilu agar rakyat memilih pemimpinnya. Sebenarnya Habibie berpeluang besar untuk dipilih jadi Presiden lagi oleh MPR pd tahun 1999 tapi dengan kesatria dia tidak mau dicalonkan lagi karena pertanggungjawabannya terkait Referendum di Timtim ditolak oleh MPR,” jelasnya.

Baca Juga:  Puncak Haji Hari Kedua: 120 Jamaah Indonesia Meninggal di Tanah Suci

Mahfud MD dan sejumlah tokoh dan pejabat nasional seperti Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais dan lainnya terpantau melakukan Ta’ziyah di rumah duka BJ Habibie, Patra Kuningan, Jakarta pagi ini. (L/Sj/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

Wartawan: sajadi

Editor: Rudi Hendrik