Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan Perwira Intelijen Israel: Netanyahu Halangi Penyelidikan 7 Oktober

Arina Islami Editor : Rudi Hendrik - Ahad, 27 September 2026 - 03:44 WIB

Ahad, 27 September 2026 - 03:44 WIB

34 Views ㅤ

(Foto: X / @netanyahu)

Yerusalem, MINA – Mantan perwira intelijen militer Israel, Barak Seri, menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan berbagai upaya untuk menghalangi pembentukan komisi penyelidikan resmi terkait kegagalan sebelum serangan 7 Oktober 2023.

Dalam unggahan di platform X pada Sabtu (26/9), Seri mengatakan Netanyahu telah mendapat peringatan dan informasi menjelang serangan tersebut, tetapi mengabaikannya.

“Inilah mengapa Netanyahu secara pribadi menghalangi pembentukan komisi penyelidikan,” kata Seri, seperti dikutip Anadolu.

Pernyataan Seri muncul setelah laporan media Israel mengenai adanya peringatan yang diterima Netanyahu sebelum serangan 7 Oktober 2023.

Baca Juga: Eisenkot Tolak Gabung Pemerintahan Netanyahu

Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth sebelumnya melaporkan bahwa Netanyahu menerima peringatan mengenai kemungkinan serangan Hamas menjelang 7 Oktober, tetapi tidak menggelar pertemuan untuk membahas informasi tersebut.

Laporan itu, yang mengutip pejabat keamanan yang tidak disebutkan namanya, menyebut peringatan tersebut juga tidak diteruskan kepada badan-badan keamanan utama Zionis Israel, termasuk Shin Bet, Mossad, dan Direktorat Intelijen Militer atau Aman.

Laporan lain yang dimuat Haaretz pada September 2026 juga menyebut Netanyahu menerima peringatan eksplisit sebelum 7 Oktober, tetapi tidak memberikan pengarahan kepada para kepala badan keamanan Zionis Israel.

Sementara itu, laporan yang dirujuk dari majalah Amerika Serikat The Atlantic menyebut mantan kepala intelijen Mesir Abbas Kamel diam-diam mengunjungi Israel beberapa hari sebelum 7 Oktober 2023.

Baca Juga: Israel Lanjutkan Penangkapan Warga Gaza Saat Kembali dari Pengobatan Luar Negeri 

Menurut laporan tersebut, Kamel menyampaikan peringatan mengenai kemungkinan serangan Hamas kepada pihak Zionis Israel.

Times of Israel juga melaporkan bahwa peringatan Mesir mengenai persiapan serangan besar Hamas disampaikan Kamel kepada pejabat senior Israel di Bandara Ben Gurion.

Belum terdapat komentar resmi dari pemerintah Mesir mengenai laporan tersebut.

Perdebatan mengenai peringatan sebelum 7 Oktober kembali mengemuka di tengah tuntutan agar kegagalan politik dan keamanan sebelum serangan tersebut diselidiki melalui komisi penyelidikan negara.

Baca Juga: Dalam Sebulan, Pemukim Israel Lakukan 1.349 Serangan Terhadap Warga Palestina

Laporan Yedioth Ahronoth sebelumnya juga mengungkap adanya peringatan berulang terkait aliran dana Qatar kepada Hamas dan dugaan penggunaannya untuk memperkuat sayap militer kelompok tersebut.

Kantor Netanyahu membantah sejumlah tudingan dalam laporan itu.

Serangan Zionis Israel ke Jalur Gaza setelah 7 Oktober 2023 telah menyebabkan puluhan ribu warga Palestina tewas dan ratusan ribu lainnya terluka.

Kementerian Kesehatan Gaza dalam laporan 20 September 2026 menyebut jumlah korban syahid sejak 7 Oktober 2023 mencapai 73.910 orang, sedangkan korban luka mencapai 174.935 orang.

Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera

Kementerian tersebut juga mencatat 1.393 warga Palestina tewas dan 4.822 lainnya terluka sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025.

Data tersebut menunjukkan bahwa serangan dan insiden kekerasan di Gaza masih menimbulkan korban meskipun gencatan senjata telah diberlakukan.

Sementara itu, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) sebelumnya mencatat bahwa sejak pengumuman gencatan senjata pada Oktober 2025 hingga September 2026, ribuan warga Palestina masih menjadi korban.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda