Massa Aksi ‘Berantas Mega Korupsi’ Protes Jalan ke Istana Ditutup

Jakarta, MINA – Massa aksi 212 ‘Berantas Mega Korupsi’ memprotes pihak kepolisian yang tidak mengizinkan massa untuk melakukan aksi di depan Istana Negara, Jalan Merdeka Utara ujung, Jumat (21/2).

Akses jalan menuju ke istana ditutup dengan kawat berduri dan dijaga ketat oleh ribuan polisi.

Aksi tersebut akhirnya dilaksanakan di depan Gedung Sapta Pesona di Jalan Medan Merdeka Barat ujung, Jakarta Pusat.

Aksi ini awalnya direncanakan di depan Istana Negara, namun massa tidak diizinkan ke sana. Padahal, aksi ini telah mengantongi izin yang ditandatangani oleh pihak kepolisian dalam surat sah, yang sepakat untuk sampai ke istana.

Ribuan massa hadir dalam aksi itu dan menuntut para pejabat kekuasaan untuk segera memeriksa dan membongkar kasus-kasus korupsi yang sangat besar.

Orator juga mengungkit ucapan dari politikus PDI Perjuangan, Adian Napitupulu yang mengatakan, Indonesia adalah negara demokrasi, siapapun yang ingin berdialog dengan Presiden dipersilakan. “Ini negara demokratis yang ingin berdialog dengan presiden, silakan,” kata orator.

Namun, kata orator, nyatanya pemerintah selalu bohong. Ia merujuk pada tidak diterimanya massa berdemo di depan istana.

“Korupsi menjadi kejahatan luar biasa yang harus kita tumpas dengan upaya yang tegas. Banyak sekali para pejabat yang terbukti melakukan korupsi, akan tetapi kasus tersebut tidak diusut hingga sekarang. Para pejabat mengatakan bahwa korupsi merupakan musuh bangsa, tetapi semua itu dianggap hanya kebohongan belaka. Di mana konglomerat melindungi konglomerat lainnya,” kata orator.

Massa bersatu menuntut keadilan bagi para koruptor, agar segera ditindaklanjuti dan diberi hukuman.

“Tugas kita adalah mengingatkan para pemegang kekuasaan agar dapat memberantas korupsi,” tegasnya. (L/SRT/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)