Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memaknai Nuzulul Qur’an sebagai Pedoman Kehidupan

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 4 Maret 2026 - 17:13 WIB

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:13 WIB

17 Views

Ilustrasi

RAMADHAN adalah bulan cahaya. Bulan ketika langit seakan lebih dekat dengan bumi. Bulan ketika doa-doa dikabulkan lebih cepat.

Dan di bulan inilah, Al-Qur’an diturunkan. Allah ﷻ berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan batil)….” (QS. Al-Baqarah: 185).

Baca Juga: Menjaga Hati dari Dengki di Bulan Ramadhan

Nuzulul Qur’an bukanlah sekadar peristiwa sejarah. Nuzulul Qur’an adalah momentum turunnya pedoman hidup. Cahaya yang membelah gelapnya zaman. Petunjuk bagi hati yang gelisah. Arah bagi jiwa yang kehilangan tujuan.

Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca dengan suara yang merdu. Al-Qur’an adalah kompas kehidupan. Al-Qur’an berbicara tentang akidah, ibadah, akhlak, keadilan, keluarga, hingga peradaban.

Allah menegaskan:

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ

Baca Juga: Syukur yang Menyelamatkan, Pergaulan yang Menentukan

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus.” (QS. Al-Isra’: 9).

Betapa banyak manusia mencari arah hidup ke sana kemari, padahal petunjuk itu sudah ada di genggaman.

Ramadhan mengajarkan kita untuk kembali membuka mushaf, bukan hanya membuka halaman demi halaman, tetapi membuka hati selebar-lebarnya.

Di tengah dunia yang penuh luka, Al-Qur’an adalah obat bagi hati.

Baca Juga: Rahasia Amal Diterima: Hati yang Merasa Amalnya Belum Seberapa

Allah ﷻ berfirman:

  يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

“Wahai manusia! Sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57).

Sakit hati, iri, sombong, gelisah, takut berlebihan, cinta dunia yang melalaikan, semuanya ada terapinya dalam Al-Qur’an.

Baca Juga: Tatacara Shalat Gerhana

Al-Qur’an menenangkan. Al-Qur’an meneguhkan. Al-Qur’an menguatkan langkah orang-orang yang ingin kembali kepada Allah.

Dan Allah juga menegaskan:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra’: 82).

Baca Juga: Gerhana Bulan, Sebuah Tanda Kebesaran Allah

Begitulah, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ramadhan adalah bulan kembali kepada Al-Qur’an.

Karenanya, kita membacanya, menelaah maknanya dan menghidupkan tafsirnya dalam perilaku.

Rasulullah ﷺ setiap Ramadhan mengulang hafalan Al-Qur’an bersama Malaikat Jibril. Itu tanda bahwa bulan ini adalah musim semi bagi Al-Qur’an.

Beliau bersabda:

Baca Juga: Boleh Nadzar Shalat Di Baitul Maqdis, Hadits Keenam 40 Hadits Tentang Al-Aqsa

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

Karenanya, Ramadhan seharusnya mengubah hubungan kita dengan Al-Qur’an, dari sekadar dibaca menjadi dipahami, dari sekadar dipahami menjadi diamalkan, dari sekadar diamalkan menjadi diperjuangkan nilainya.

Nuzulul Qur’an mengingatkan kita, jangan sampai Al-Qur’an hanya hidup di rak-rak rumah, namun mati dalam sikap dan keputusan kita.

Baca Juga: Jangan Biarkan Nafsu Memimpin Hidupmu

Maka, marilah kita jadikan Nuzulul Qur’an sebagai momentum kebangkitan. Bangkit untuk membaca lebih khusyuk. Bangkit untuk memahami lebih dalam. Bangkit untuk mengamalkan lebih sungguh-sungguh.

Karena ketika Al-Qur’an benar-benar hidup dalam dada, ia akan melahirkan pribadi yang jujur, keluarga yang tenang, masyarakat yang adil, dan umat yang kuat.

Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Dan Al-Qur’an adalah cahaya kehidupan.

Semoga kita tidak hanya merayakan turunnya Al-Qur’an, Nuzulul Quran, tetapi juga menghadirkan nilainya dalam setiap langkah kehidupan kita. []

Baca Juga: Pembebasan Al-Aqsa Tanggung Jawab Seluruh Umat Islam

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda