Washington, MINA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menghindari memberikan jawaban tegas saat ditanya anggota Kongres mengenai kepemilikan senjata nuklir oleh Israel dalam pertemuan dengan Komite Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baru-baru ini.
Sikap tersebut kembali menyoroti kebijakan lama Washington yang enggan mengonfirmasi maupun membantah status nuklir sekutu dekatnya di Timur Tengah itu. Anadolu melaporkan.
Dalam pertemuan tersebut, Rubio mendapat pertanyaan langsung terkait apakah Israel memiliki persenjataan nuklir. Namun, ia tidak memberikan jawaban yang jelas dan memilih menegaskan komitmen Amerika Serikat terhadap keamanan Israel serta stabilitas kawasan.
Sikap tersebut memicu kritik dari sejumlah anggota parlemen yang menilai pemerintah AS menerapkan standar ganda dalam isu nonproliferasi nuklir.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Selama beberapa dekade, Israel menjalankan kebijakan yang dikenal sebagai “ambiguity policy” atau kebijakan ambiguitas nuklir. Pemerintah Israel tidak pernah secara resmi mengakui maupun menyangkal kepemilikan senjata nuklir.
Meski demikian, berbagai laporan lembaga internasional dan pengamat keamanan meyakini Israel memiliki persediaan hulu ledak nuklir yang cukup signifikan.
Lembaga riset perdamaian internasional seperti Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) dan sejumlah analis pertahanan memperkirakan Israel memiliki puluhan hingga lebih dari 80 hulu ledak nuklir.
Namun berbeda dengan negara-negara lain yang memiliki senjata nuklir secara resmi, Israel bukan merupakan pihak dalam Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Pernyataan Rubio muncul ketika Amerika Serikat terus menekan Iran terkait program nuklirnya. Sejumlah kalangan di Washington dan komunitas internasional mempertanyakan konsistensi kebijakan AS yang kerap menyoroti aktivitas nuklir Iran, sementara pada saat yang sama menghindari pembahasan terbuka mengenai kemampuan nuklir Israel.
Keengganan pejabat tinggi AS membahas isu tersebut mencerminkan sensitivitas politik yang telah berlangsung lama dalam hubungan Washington-Tel Aviv.
Meski status nuklir Israel secara luas diyakini oleh banyak pihak, pemerintah AS hingga kini tetap mempertahankan pendekatan diplomatik yang menghindari pengakuan resmi, demi menjaga keseimbangan strategis dan hubungan erat dengan sekutunya tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic