Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menlu Iran Tegaskan Siap Balas Setiap Serangan AS

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 10 Juli 2026 - 20:14 WIB

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:14 WIB

14 Views ㅤ

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (Foto: Syed Abbas Araghchi Commentary/X)

Teheran, MINA – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa setiap agresi militer baru terhadap negaranya akan dibalas dengan respons yang tegas.

Pernyataan itu disampaikan sebagai peringatan kepada Amerika Serikat agar tidak kembali melancarkan serangan yang dinilai melanggar hukum internasional maupun kesepakatan penghentian konflik yang telah dicapai sebelumnya. Farsnews melaporkan, Jumat (10/7).

Dalam pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir, Araghchi mengecam serangan militer Amerika Serikat ke sejumlah wilayah Iran.

Menurutnya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekaligus mencederai Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang menjadi dasar penghentian permusuhan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Araghchi juga menyoroti sejumlah pernyataan pejabat Amerika Serikat yang, menurutnya, menunjukkan Washington tidak berkomitmen menjalankan isi MoU Islamabad.

Ia menilai sikap tersebut mencerminkan buruknya itikad AS dalam menjaga perdamaian kawasan. Karena itu, Iran menegaskan tetap siap mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan keamanan nasionalnya dari setiap ancaman eksternal.

Selain membahas situasi keamanan dengan Pakistan, diplomat tertinggi Iran itu juga melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad Al-Busaidi, Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan, serta Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan.

Pembicaraan tersebut berfokus pada perkembangan keamanan kawasan, termasuk dinamika di Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis perdagangan energi dunia, serta berbagai upaya mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Pernyataan Araghchi muncul setelah sejumlah pejabat Israel mengisyaratkan kemungkinan operasi militer baru terhadap Iran dengan alasan mencegah Teheran membangun kembali kemampuan militernya.

Saling melontarkan peringatan dari kedua belah pihak menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan Asia Barat masih tinggi meskipun kesepakatan penghentian konflik telah diberlakukan. Situasi tersebut berpotensi memicu kembali konfrontasi terbuka apabila tidak diimbangi dengan komitmen kuat terhadap jalur diplomasi.

Stabilitas kawasan dinilai sangat penting mengingat setiap eskalasi di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga berisiko mengganggu pasokan energi global, pelayaran internasional di Selat Hormuz, serta perekonomian dunia. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Internasional
Dunia Islam