Menristek: Strategi Pengembangan Transformasi Digital untuk Optimalisasi Pemanfaatan TIK

Jakarta, MINA – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan, strategi pengembangan transformasi digital untuk pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah dicanangkan Pemerintah dalam lima tahun ke depan.

Menghadapi tatanan kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19 dan tuntutan akan adanya era Revolusi Industri 4.0, pemanfaatan akan TIK menjadi sangat penting.

“Dalam kondisi sekarang dan sesudah pandemi, Pemerintah perlu mendukung pengembangan digital pemanfaatan TIK. Bahkan sudah mempunyai strategi pengembangan transformasi digital untuk 5 tahun ke depan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima MINA, Rabu (29/7).

“Tentunya strategi ini dibuat sebelum adanya Covid-19, dan karena ada ini maka perlu untuk dipercepat dan lebih intensif,” ucap Menristek Bambang saat menjadi Pembicara Kunci pada Webinar Public Private Dialogue on Indonesia’s Future Education: Post Covid-19 Recovery and Transformation Efforts yang diselenggarakan US-ASEAN Business Council berkolaborasi dengan Cisco.

Menteri Bambang menjelaskan, strategi pengembangan transformasi digital 2020-2025 bertujuan menjadikan ekonomi kreatif dan digital sebagai sumber pertumbuhan Indonesia di tahun 2025.

Strategi tersebut dicanangkan bertahap hingga tercapainya tujuan pada tahun 2035 yaitu ekonomi kreatif dan digital sebagai penggerak ekonomi berbasis inovasi, dan tahun 2045 menuju Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif dan digital kelas dunia.

”Langkah pertama dimulai dari ekspansi broadband sendiri, kemudian integrasi infrastruktur pelayanan yang telah dimulai Pemerintah misal dalam e-government. Selanjutnya penguatan infrastruktur TIK-nya, serta harus kita siapkan SDM-nya,” katanya.

“Demikian juga kita harus siapkan industrinya karena kita tidak ingin hanya jadi market tapi juga player dalam proses produksi. Otomatis perlu adaptasi kebiasaan teknologi dengan menggunakan big data dan harapannya 2045 kita menjadi salah satu yang maju dalam creative and digital economy,” ujar Menteri Bambang menambahkan.

Penguatan dan pemerataan infrastruktur TIK yang berkualitas dilakukan dengan cara membangun jaringan backbone hingga last-mile connectivity, ini ditujukan untuk meningkatkan ketersediaan internet di Indonesia.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur melalui pembangunan jaringan fiber-link, dan satelit. Salah satunya melalui peluncuran satelit multifungsi SATRIA.

“Inilah SATRIA Multipurpose Satellite yang rencananya dalam 2 sampai 3 tahun ke depan baru akan diluncurkan, terpenting manfaat dari satelit ini adalah paling besar bagi dunia pendidikan,” ujarnya. (R/R11/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)