MINA Biro Sumatera Adakan Pelatihan Jurnalistik Khusus Santri

Al-Muhajirun, Lampung Selatan, MINA – Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency) Biro Sumatera, bekerjasama dengan Humas dan ISMA (Islamic Student Movement of Al-Fatah) mengadakan Pelatihan Jurnalistik Santri Tingkat Dasar (PJSTD), Jumat-Sabtu (18-19/9), di Komplek Ponpes Al-Fatah Al-Muhajirun, Lampung Selatan.

Pelatihan tersebut dikhususkan untuk santri Muslimat Ponpes Shuffah Hizbullah dan Madasrah Al-Fatah Muhajirun tingkat Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah.

Ketua Pelaksana, Antisya Azzahra dalam sambutan pada acara pembukaan, Jumat, memaparkan, “menjadi wartawan MINA khususnya tidak menyeramkan seperti kalian pikirkan sebelumnya, ini adalah ladang amal shaleh kita meneruskan cita-cita Allahuyarham Imaam Muhyiddin Hamidy untuk perjuangan Islam dan berjuang membebaskan Al-Aqsa melalui media.”

“Kami berharap adik-adik semangat mengikuti rangkaian acara PJSTD ini, sehingga ilmu yang disampaikan pemateri bisa melekat dan bisa difahami sehingga bisa diaplikasikan sesuai dengan bidangnya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala MINA Biro Sumatera, Nurhadis dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh santri yang sangat antusias untuk mengikuti pelatihan jurnalistik tersebut, karena jumlah pendaftar melebihi kuota yang disediakan.

“Kami sediakan kuota 20 orang khusus untuk muslimat, tapi ternyata peminat jurnalistik cukup banyak,” katanya.

Nurhadis berharap, seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan tersebut dengan sungguh-sungguh karena harapannya pelatihan tersebut bisa mencetak-wartawan-wartawan muslimah yang handal.

“Semua peserta agar bisa mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir, yang kemudian konsisten dan betul-betul menjadi seorang jurnalis,” harapnya.

Nurhadis juga mengungkapkan, di antara tugas seorang wartawan muslim adalah meluruskan informasi-informasi yang tidak sesuai dengan kenyataannya, karena dalam Islam diajarkan berkatalah yang baik atau diam.

Di samping itu, Mudirus Shuffah, Muflihuddin, Lc., dalam sambutannya mengatakan, kalau ingin mengikuti cara Rasulullah dalam memastikan kebenaran sebuah informasi adalah dengan “Basyir” atau melihat kemudian “Nadhir” melihat, jangan dibalik.

Pelatihan yang diadakan di Aula STSQABM tersebut diselenggarakan selama dua hari, terhitung sejak 18–19 September 2020.

Adapun materi-materi yang diberikan adalah kode etik jurnalistik, teknik wawancara, teknik penulisan berita, dan teknik foto dan video jurnalistik.

Pemateri adalah wartawan-wartawan MINA Biro Sumatera diantaranya kepala Biro Sumatera, Nurhadis, Antisya Azzahra, Muhamad Habib Hizbulloh dan Al-Lahla Zikri Mufadil. (L/adz/R12/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA).

Comments are closed.