Jakarta, MINA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak penyelenggara serta pihak berwenang untuk membatalkan rencana konser penyanyi tenor internasional Andrea Bocelli yang dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta pada 3 November 2026.
Penolakan ini disampaikan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, Sabtu (10/10) sebagai wujud empati dan solidaritas terhadap krisis kemanusiaan yang masih melanda rakyat Palestina.
MUI menilai penjelasannya didasari oleh rekam jejak serta keterlibatan emosional sang maestro musik klasik tersebut yang dinilai tidak sensitif terhadap isu kemanusiaan global.
Sikap tegas lembaga keagamaan ini muncul menyusul gelombang penolakan serupa yang sebelumnya marak terjadi di berbagai wilayah Internasional, termasuk pembatalan konser sang musisi di Houston, Amerika Serikat.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Pihak MUI menegaskan bahwa penyelenggaraan acara hiburan berskala besar yang melibatkan figur kontroversial di situs religi dan cagar budaya seperti Candi Borobudur sangat tidak tepat.
Lokasi bersejarah tersebut dinilai harus tetap dijaga keagungan serta kesucian nilainya, ketimbang digunakan untuk kegiatan hiburan yang memicu polemik publik.
Pemerintah serta promotor acara diharapkan dapat mempertimbangkan aspirasi publik dan para tokoh agama demi menjaga kondusivitas nasional.
Penyelenggaraan konser internasional semacam ini di tengah situasi global yang prihatin dinilai dapat melukai perasaan masyarakat Indonesia yang konsisten mendukung kemanusiaan.
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
Langkah desakan ini juga selaras dengan komitmen Indonesia yang secara konsisten menyuarakan pembelaan terhadap hak-hak kemanusiaan dan perdamaian di kancah internasional.
MUI mengimbau agar ruang publik dan situs bersejarah bangsa diprioritaskan untuk kegiatan yang memperkuat nilai persatuan serta kepedulian sosial.
Hingga berita ini diturunkan, pihak promotor maupun pengelola kawasan Candi Borobudur belum memberikan pernyataan resmi terkait respons atas desakan pembatalan pertunjukan musik tersebut.
Publik terus menantikan keputusan final dari pihak penyelenggara demi menjamin kepastian acara serta ketenangan masyarakat. []
Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic