Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

NATO Soroti Penarikan Pasukan AS dari Jerman, Hubungan Transatlantik Memanas

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 3 Mei 2026 - 09:53 WIB

Ahad, 3 Mei 2026 - 09:53 WIB

69 Views ㅤ

Pasukan NATO (foto: X)

Brussel, MINA – Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) merespons keputusan Amerika Serikat (AS) yang akan menarik sekitar 5.000 personel militernya dari Jerman, dengan menekankan pentingnya koordinasi dan solidaritas antar sekutu di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Dalam pernyataannya, NATO menegaskan bahwa setiap perubahan postur militer harus tetap dikonsultasikan dalam kerangka aliansi. Langkah Washington ini dinilai menjadi ujian baru bagi hubungan transatlantik, terutama ketika negara-negara Eropa didorong untuk meningkatkan peran pertahanan mereka sendiri.

Sebelumnya, Pentagon mengumumkan bahwa penarikan sekitar 5.000 tentara dari Jerman akan dilakukan secara bertahap dalam kurun enam hingga dua belas bulan. Anadolu melporkan, Ahad (3/5).

Kebijakan tersebut diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan militer AS di kawasan Eropa serta dinamika keamanan global.

Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS

Keputusan ini tidak lepas dari memanasnya hubungan antara Washington dan Berlin. Presiden AS Donald Trump disebut merespons kritik Kanselir Jerman Friedrich Merz terkait strategi AS dalam perang melawan Iran, yang dinilai tidak memiliki arah yang jelas. Ketegangan ini memperlebar jurang komunikasi antara AS dan sekutu utamanya di Eropa.

Di sisi lain, Jerman menyatakan kesiapan menghadapi kemungkinan pengurangan pasukan AS, sembari menegaskan pentingnya menjaga kemitraan NATO yang solid. Berlin juga menekankan bahwa setiap keputusan strategis seharusnya dibahas bersama dalam semangat kepercayaan antar sekutu.

Langkah penarikan pasukan ini tidak hanya berdampak pada konfigurasi militer di Eropa, tetapi juga berpotensi mengubah keseimbangan keamanan regional.

Dengan sekitar 35.000 personel AS sebelumnya ditempatkan di Jerman, kebijakan ini menjadi sinyal bahwa Washington mendorong sekutu untuk lebih mandiri dalam pembiayaan dan penguatan pertahanan mereka. []

Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda