Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Netanyahu Akui Idap Kanker Prostat

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 25 April 2026 - 17:20 WIB

Sabtu, 25 April 2026 - 17:20 WIB

11 Views ㅤ

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (foto: X)

Tel Aviv, MINA  — Perdana Menteri penjajah Zionis Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan dirinya didiagnosis kanker prostat dan menjalani perawatan secara diam-diam dalam beberapa bulan terakhir.

Pengakuan ini disampaikan melalui laporan kesehatan tahunan yang baru dipublikasikan kepada publik. Media KAN melaporkan, Sabtu (25/4).

Dalam laporan tersebut disebutkan, kanker ditemukan setelah pemeriksaan lanjutan pasca operasi prostat yang ia jalani pada 2024. Tumor yang terdeteksi berada pada tahap awal sehingga memungkinkan penanganan medis secara cepat dan efektif.

Netanyahu mengaku sengaja menunda pengumuman kondisi kesehatannya selama sekitar dua bulan. Langkah itu diambil untuk mencegah informasi tersebut dimanfaatkan sebagai propaganda oleh pihak lawan, khususnya di tengah konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Berdasarkan keterangan medis, ia menjalani terapi radiasi terarah yang berhasil menghilangkan tumor tanpa meninggalkan jejak penyakit.

Setelah menjalani perawatan tersebut, Netanyahu menyatakan kondisinya kini dalam keadaan sehat dan tetap menjalankan tugas pemerintahan selama proses terapi berlangsung.

Pengungkapan ini kembali memunculkan sorotan terhadap transparansi kondisi kesehatan pemimpin Israel tersebut. Sebelumnya, Netanyahu juga pernah menjalani pemasangan alat pacu jantung pada 2023 serta operasi prostat pada 2024 yang sempat menjadi perhatian publik.

Di tengah situasi geopolitik yang memanas, termasuk konflik dengan Iran dan ketegangan di kawasan Palestina, kondisi kesehatan Netanyahu dinilai memiliki implikasi strategis terhadap stabilitas politik Israel.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Para pengamat menilai keterbukaan informasi terkait kesehatan pemimpin menjadi penting, mengingat peran sentralnya dalam pengambilan keputusan militer dan kebijakan luar negeri negara tersebut. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Rekomendasi untuk Anda

Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir (foto: Anadolu Agency)
Internasional
Palestina
Palestina
Palestina
Palestina