Tel Aviv, MINA – Badan intelijen Israel, Mossad dilaporkan memecat dua pejabat senior setelah operasi rahasia yang bertujuan menggulingkan pemerintahan Iran dinilai gagal mencapai target.
Keputusan tersebut disebut diambil langsung oleh pimpinan Mossad sebagai bagian dari evaluasi internal terhadap kinerja lembaga intelijen itu. KAN melaporkan, Jumat (7/8).
Kedua pejabat tersebut dianggap bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan operasi yang tidak membuahkan hasil sesuai harapan. Meski identitas keduanya tidak diungkap ke publik, pemecatan tersebut disebut mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap jajaran intelijen Israel menyusul memburuknya hubungan dengan Iran.
Laporan itu juga menyebut kegagalan operasi tersebut menjadi sorotan di kalangan elite keamanan Israel. Dalam beberapa bulan terakhir, Tel Aviv disebut meningkatkan berbagai operasi intelijen terhadap Iran, mulai dari pengumpulan informasi strategis hingga upaya melemahkan kemampuan militer dan stabilitas politik negara tersebut.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Ketegangan antara Israel dan Iran terus meningkat sejak konflik terbuka yang pecah beberapa waktu lalu. Kedua negara saling melancarkan serangan langsung maupun tidak langsung, termasuk melalui serangan rudal, drone, serta operasi siber.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat internasional terhadap potensi meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Pemecatan pejabat di tubuh Mossad merupakan upaya memulihkan efektivitas lembaga intelijen Israel setelah serangkaian operasi yang dinilai tidak memenuhi ekspektasi pemerintah.
Di sisi lain, Iran berkali-kali menyatakan tetap mampu mempertahankan stabilitas negaranya meski menghadapi tekanan politik, ekonomi, dan keamanan dari pihak luar.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Hingga kini, pemerintah Israel belum memberikan penjelasan resmi mengenai detail operasi maupun alasan pemecatan kedua pejabat tersebut.
Namun, perkembangan ini menunjukkan bahwa persaingan intelijen antara Israel dan Iran masih berlangsung intens dan diperkirakan akan terus memengaruhi dinamika keamanan kawasan Timur Tengah dalam waktu mendatang. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic