Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Netanyahu Kumpulkan Kabinet Bahas Langkah Berikutnya Serang Iran

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB

114 Views ㅤ

Kabinet Netanyahu (foto: Al Jazeera)

Tel Aviv, MINA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar rapat darurat kabinet keamanan untuk membahas “langkah berikutnya” menghadapi Iran di tengah meningkatnya kekhawatiran pecahnya konflik baru di kawasan Timur Tengah.

Pertemuan itu dilakukan setelah Netanyahu melakukan komunikasi intensif dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait perkembangan situasi regional yang semakin memanas.

Media Israel KAN melaporkan rapat keamanan berlangsung pada Senin (18/5) waktu setempat dan dihadiri sejumlah pejabat militer serta menteri senior Israel.

Pembahasan difokuskan pada kemungkinan eskalasi konflik dengan Iran menyusul perkembangan terbaru perang regional, ancaman serangan balasan, serta dinamika diplomasi antara Washington dan Teheran.

Baca Juga: Eisenkot Tolak Gabung Pemerintahan Netanyahu

Sementara media Israel Hayom menyebut, rapat tersebut digelar sehari setelah Netanyahu mengadakan diskusi serupa bersama kabinet menyusul percakapan telepon dengan Trump.

Iran dilaporkan menawarkan proposal perdamaian yang mencakup penghentian permusuhan dan pembahasan kembali program nuklirnya, sementara sejumlah negara Teluk mendesak Amerika Serikat menunda aksi militer guna memberi ruang bagi negosiasi.

Meski demikian, Israel tetap mempertahankan kesiagaan militer penuh menghadapi kemungkinan eskalasi baru.

Rapat darurat kabinet Israel menunjukkan kekhawatiran Tel Aviv terhadap situasi regional yang masih sangat rapuh.

Baca Juga: Israel Lanjutkan Penangkapan Warga Gaza Saat Kembali dari Pengobatan Luar Negeri 

Konflik berkepanjangan antara Israel dan Iran dinilai berpotensi menyeret negara-negara lain di Timur Tengah, termasuk kelompok-kelompok sekutu kedua pihak, sehingga meningkatkan risiko perang regional yang lebih luas dalam waktu dekat. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Dalam Sebulan, Pemukim Israel Lakukan 1.349 Serangan Terhadap Warga Palestina

Rekomendasi untuk Anda