Nikaragua Tolak Rencana Aneksasi Israel

Managua, MINA – Pemerintah Nikaragua menolak Israel di yang diduduki, memperingatkan tidak akan ada perdamaian dan stabilitas di kawasan itu sampai rakyat mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem sebagai Ibu kotanya.

Pernyataan resmi disampaikan pemerintah Nikaragua bahwa pihaknya memperhatikan pelanggaran terbaru Israel yang memicu potensial ketidakstabilan rencana aneksasi ilegal tersebut.

Negara yang terletak di Amerika Tengah itu menegaskan konsensus internasional mengenai penerapan hukum internasional dan kerangka acuan proses perdamaian. demikian MEMO melaporkan, Sabtu (11/7).

Oleh karena itu menjadi perlu upaya mencapai penyelesaian luas yang berkelanjutan bagi konflik Palestina-Israel dan mendesak pemerintah Nikaragua.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan dan menganggap semua aktivitas pembangunan permukiman Yahudi adalah ilegal.

Israel mulai mencaplok permukiman-permukiman di Tepi Barat yang diduduki awal bulan ini, namun, ketidakpastian Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sehubungan penolakan dunia internasional yang meluas terhadap rencana tersebut bersama dengan perbedaan dengan pemerintah AS dalam penerapannya.

Dalam pernyataan itu, negara Amerika Tengah itu memperjelas solidaritasnya untuk hak-hak warga Palestina dan pembebasan Palestina. Palestina dan Nikaragua menjalin hubungan diplomatik pada awal 1980.

Kementerian Luar Negeri Palestina menyambut baik sikap tegas Pemerintah Nikaragua yang menolak rencana aneksasi israel di Tepi Barat. (T/R4/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Ikuti saluran WhatsApp Kantor Berita MINA untuk dapatkan berita terbaru seputar Palestina dan dunia Islam. Klik disini.

Comments are closed.