Ramallah, MINA – palestina/">Kepresidenan Palestina pada Jumat (21/8) menegaskan kedudukan Masjid Al-Aqsa yang akan tetap menjadi prioritas utama dalam isu-isu nasional dan keagamaan.
Dalam pernyataan yang menandai peringatan ke-57 peristiwa pembakaran Masjid Al-Aqsa, Kepresidenan menegaskan bahwa Al-Aqsa adalah simbol abadi identitas Arab dan Islam Yerusalem, serta cerminan hak-palestina/">hak rakyat Palestina yang telah mapan atas kota tersebut dan situs-situs sucinya.
Kepresidenan menekankan kesucian Masjid Al-Aqsa/Haram al-Sharif—yang mencakup keseluruhan kompleks seluas 144 dunam—sebagai tempat ibadah khusus bagi umat Islam.
Pihaknya menekankan perlunya menjaga kesucian serta melestarikan status quo historis dan hukum yang berlaku, sembari menolak segala upaya untuk melemahkan status maupun mengubah identitas situs tersebut.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Kepresidenan juga memperingatkan adanya pelanggaran dan serangan yang terus berlanjut terhadap Masjid Al-Aqsa serta situs-situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem yang diduduki, termasuk tindakan penerobosan, pelaksanaan ritual Talmud, pengibaran bendera Israel, penggalian, dan pembatasan akses bagi para jemaah.
Tindakan-tindakan tersebut dinilai sebagai eskalasi berbahaya dan provokasi yang melukai perasaan umat Islam, baik di Palestina maupun di seluruh dunia. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
















Mina Indonesia
Mina Arabic