Panik dan Takut (Oleh: Rachmat Asyari)

Oleh : Rachmat Asyari

(Amir Syubban Jamaah Muslimin Wilayah Jakarta Utara)

Abu Bakr Ash-Shiddiq r.a. begitu senang tatkala diberitahu langsung oleh Rasulullah SAW bahwa dirinya akan menjadi teman hijrah ke Madinah. Saking senangnya, Abu Bakr r.a. mengeluarkan air mata. Aisyah binti Abu Bakr r.ah. pun memberikan kesaksian ‘Aku tak menyangka ada orang yang begitu bergembira hingga mengeluarkan air mata’.

Abu Bakr r.a. tentu sadar bahwa perjalanan Hijrah ke Madinah penuh dengan resiko. Terlebih perjalanan hijrahnya bersama orang yang paling diburu kaum Kafir Quraisy ketika itu. Ada sayembara 1.000 unta bagi siapa saja yang berhasil menangkap Muhammad SAW ‘most wanted ; died or live’. Namun itu tidak membuat Abu Bakr r.a. mengurungkan niatnya untuk hijrah menemani Rasulullah SAW.

Abu Bakr r.a. jauh-jauh hari sudah menyiapkan semua keperluan untuk hijrah, mulai dari rute, kendaraan, penunjuk jalan, perbekalan, strategi menghilangkan jejak, informan, dll. Kedua anaknya dilibatkan, termasuk budaknya Amir bin Fuhairah.

Saat menuju Gua Tsur, bersama kekasih Allah SWT, Muhammad SAW. Abu Bakr r.a. yang memeriksa gua, khawatir ada bahaya yang mengintai. Semua lubang ditutup. Rasulullah SAW pun dipersilahkan tidur istirahat di atas pahanya, Abu Bakr r.a. tetap terjaga menjaga Sang Kekasih. Ular yang tiba-tiba muncul tidak membuat Abu Bakr r.a. khawatir, bahkan menghalangi dengan kakinya agar tidak mengganggu tidur Rasulullah SAW.

Keberanian dan kejernihan berfikir Abu Bakr r.a. sangat luar biasa, padahal tubuhnya sangat kecil dibandingkan Shahabat yang lain pada umumnya.

Kaum Kafir Quraisy sebenarnya sudah berada di sekitar Gua Tsur, bahkan tepat di atas tempat persembunyian Rasulullah SAW dan Abu Bakr r.a. Hal ini tentu saja membuat Abu Bakr PANIK & TAKUT karena ancaman nyata jelas terlihat di depan mata.

Rasulullah SAW yang mengetahui rasa PANIK & TAKUT nya Abu Bakr r.a. langsung menenangkan dengan berkata ‘JANGAN PANIK & TAKUT’,  Allah SWT bersama Kita.

Dengan izin dan pertolongan Allah SWT, ancaman itu pun berlalu. Perjalanan hijrah pun bisa dilanjutkan

Seandainya Abu Bakr r.a. tetap PANIK & TAKUT, bukan tidak mungkin Risalah Nubuwah ini berakhir sebelum misi selesai.

Sikap TENANG & BERANI Rasulullah SAW membuat Abu Bakr r.a. ikut TENANG & BERANI menghadapi ancaman. Tahu apa yang harus dilakukan menghadapi ancaman.

Karena PANIK & TAKUT hanya akan membuat logika berfikir menjadi mandek sementara rasa TENANG & BERANI akan membuat seseorang dapat berfikir dengan jernih & bijak, dan bersikap secara proporsional & tidak berlebih-lebihan.

Allahumma Shalli ‘ala Sayyidina Muhammad Wa ‘Ala Alihi

(A/R4/P1)

 

 

Mi’raj News Agency (MINA)