Partai Berkuasa di Pakistan: Kami Tidak Akan Akui Israel

Foto: Anadolu Agency

Islamabad, MINA – Partai Tehreek-e-Insaf (PTI) yang berkuasa di Pakistan menekankan, Pakistan tidak akan mengakui Israel, sampai ada penyelesaian yang adil sesuai dengan keinginan rakyat Palestina dan resolusi PBB.

Dalam unggahan di Twitter, Partai yang diketuai PM Pakistan Imran Khan itu, membagikan lagu memperingati penyebab penentuan nasib sendiri, perdamaian dan kebebasan, demikian dikutip dari Anadolu Agency, Senin (30/11).

Pernyataan iPTI tu muncul di tengah spekulasi bahwa sekutu lama Pakistan, Arab Saudi dan UEA menekan Islamabad untuk mengakui Israel.

Dalam tweet terpisah, di hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Zahid Hafeez Chaudhri menegaskan, Pakistan menegaskan kembali dukungannya yang teguh kepada hak rakyat Palestina yang tidak dapat dicabut untuk menentukan nasib sendiri.

Untuk perdamaian yang adil dan abadi, sangat penting untuk memiliki solusi dua negara berdasarkan resolusi PBB dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang relevan.

“Dengan perbatasan pra-1967 dan Al-Quds Al-Sharif sebagai ibu kota dari negara Palestina yang layak, independen,” kata Chaudhri.

Pada 1977, Majelis Umum PBB menyerukan agar setiap 29 November sebagai Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina (resolusi 32/40 B). (T/Hju/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)