Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasukan Korea Utara Ikut Tampil dalam Parade Hari Kemenangan Rusia

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 11 Mei 2026 - 08:36 WIB

Senin, 11 Mei 2026 - 08:36 WIB

26 Views ㅤ

Parade pasukan Rusia. (Foto: dok. Dilemma-x.net)

Moskow, MINA – Pasukan Korea Utara untuk pertama kalinya ikut ambil bagian dalam parade Hari Kemenangan Rusia di Lapangan Merah, Moskow, menandai semakin eratnya hubungan militer antara Pyongyang dan Moskow di tengah perang Ukraina.

Parade yang digelar Sabtu (9/5) itu merupakan peringatan ke-81 kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. Kehadiran pasukan Korea Utara dinilai menjadi simbol baru kerja sama strategis kedua negara, terutama setelah penandatanganan perjanjian pertahanan bersama pada 2024.

Media pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA) pada Ahad (10/5) turut menyoroti keterlibatan unit militer mereka dalam parade tersebut.

Sementara media Rodong Sinmun bahkan menempatkan laporan parade di halaman utama dan menyebut pasukan yang tampil pernah terlibat dalam operasi bersama Rusia di wilayah Kursk.

Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon

Sejumlah pengamat menilai partisipasi itu memperlihatkan hubungan militer Rusia-Korea Utara yang semakin terbuka di hadapan publik internasional. Sebelumnya, Korea Utara dituduh negara-negara Barat telah mengirim ribuan tentaranya untuk membantu operasi militer Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Perayaan Hari Kemenangan Rusia tahun ini juga berlangsung berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah Rusia dilaporkan tidak menampilkan parade alat utama sistem persenjataan (alutsista) berat di Lapangan Merah, diduga karena alasan keamanan dan ancaman serangan Ukraina.

Hubungan Rusia dan Korea Utara terus menguat dalam beberapa tahun terakhir di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Selain kerja sama militer, kedua negara juga memperluas hubungan ekonomi, energi, dan diplomatik sebagai respons terhadap tekanan serta sanksi dari negara-negara Barat. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Eropa
Asia
Internasional