New York, MINA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Israel untuk segera menarik pasukannya dari wilayah Lebanon dan menghormati kedaulatan negara tersebut, menyusul berlanjutnya operasi militer Israel yang dinilai melanggar kesepakatan internasional dan memperburuk ketegangan di kawasan.
PBB menegaskan bahwa kehadiran militer Israel di sejumlah wilayah Lebanon selatan bertentangan dengan prinsip penghormatan terhadap integritas wilayah dan kedaulatan negara.
Organisasi dunia itu juga mengingatkan bahwa berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB, termasuk Resolusi 1701, mengharuskan penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon serta penghormatan terhadap perbatasan yang diakui secara internasional. Anadolu melaporkan, Rabu (3/6).
Desakan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Lebanon setelah serangkaian serangan udara, operasi darat, dan bentrokan lintas perbatasan yang terus berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
PBB menilai situasi di lapangan masih sangat rapuh meskipun berbagai upaya gencatan senjata dan perundingan diplomatik telah dilakukan.
Misi Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) sebelumnya juga melaporkan berbagai pelanggaran yang terjadi di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel.
Laporan tersebut mencakup aktivitas militer, serangan lintas batas, serta keberadaan sejumlah posisi militer yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam resolusi Dewan Keamanan PBB.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, bahkan telah mengajukan sejumlah opsi untuk mempertahankan kehadiran pemantau internasional di Lebanon setelah berakhirnya mandat UNIFIL pada akhir tahun ini.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Menurut PBB, keberadaan mekanisme pemantauan internasional tetap diperlukan guna mencegah eskalasi konflik dan menjaga stabilitas di wilayah perbatasan.
Seruan terbaru PBB menunjukkan meningkatnya kekhawatiran internasional terhadap kemungkinan meluasnya konflik di Lebanon.
Selain mengancam keamanan regional, berlanjutnya operasi militer dan pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon dikhawatirkan akan memperumit proses diplomasi yang sedang berlangsung serta memperbesar risiko terjadinya perang yang lebih luas di Timur Tengah. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic